Lomba Inovasi Daerah Sarana Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Penerapan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru, harus tetap dilaksanakan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan produktif dan aman dari potensi penularan Covid-19. Guna mendukung upaya tersebut, Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan program Lomba Inovasi Daerah sebagai sarana edukasi dan sosialisasi penerapan adaptasi kebiasaan baru secara bersama-sama setiap daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri, Safrizal, menyebutkan tujuan utama Lomba Inovasi Daerah adalah memberikan edukasi yang diharapkan menjadi pengetahuan lebih baik untuk menekan potensi penularan Covid-19.

“Tujuan utamanya memberikan edukasi dengan harapan pemberian edukasi yang semakin baik, masyarakat juga memperoleh pengetahuan dengan lebih baik,” kata Safrizal dalam dialog di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Selanjutnya, Safrizal mengatakan bahwa Lomba Inovasi Daerah juga menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat paham tentang protokol kesehatan. Kalau masyarakat teredukasi, mengetahui cara hidup yang aman dan menerapkannya, akan terhindar dari potensi terpapar risiko penularan Covid-19.

Safrizal juga menyinggung terkait dana Rp168 miliar sebagai bentuk penghargaan kepada pemerintah daerah yang sempat menjadi perbincangan. Dana tersebut, lanjutnya merupakan dana negara yang termasuk dana insentif daerah yang sebelumnya telah ada dan dianggarkan.

“Dana Rp168 miliar ini merupakan dana negara, bukan dana pribadi Mendagri. Ini termasuk dana transfer daerah yang disebut dana insentif daerah. Sebelumnya juga sudah ada dan dianggarkan Kementerian Keuangan, hanya saja di masa pandemi ini dibuat suatu kategori baru yaitu kategori inovasi dalam prakondisi hidup di tengah pandemi Covid-19 yang harapannya tentu digunakan untuk menolong masyarakat,” ungkapnya.

Safrizal kembali mengimbau pemerintah daerah dapat mengedukasi publik, melakukan pengawasan dan kontrol secara ketat, menggerakkan serta berkolaborasi bersama masyarakat untuk saling peduli dan mengingatkan dalam melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Dengan begitu upaya menekan penularan Covid-19 tidak hanya menjadi keberhasilan suatu daerah saja, namun menjadi keberhasilan seluruh bangsa dan negara Indonesia,” sebutnya.

Sebenarnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyatakan bahwa Lomba Inovasi Daerah merupakan suatu sarana untuk mengedukasi dan mensosialisasikan protokol kesehatan di berbagai sektor pada masa adaptasi kebiasaan baru.

“Lomba Inovasi Daerah yang melibatkan pemerintah daerah merupakan sarana untuk mengedukasi dan melakukan sosialisasi bagaimana adaptasi kebiasaan baru di berbagai sektor dan aktivitas kehidupan,” ungkapnya.

Tito berharap Lomba Inovasi Daerah ini bisa menjadi gerakan yang dilakukan secara masif sehingga masyarakat menjadi paham dan mengetahui apa yang harus dilakukan demi keselamatan bersama.

“Melalui kegiatan ini (Lomba Inovasi Daerah), dapat menjadi gerakan yang dilakukan secara masif sehingga seluruh masyarakat jadi paham dan tahu apa yang sebaiknya harus dilakukan demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Lihat juga...