Marak Penjualan Hewan Kurban, Untungkan Pencari Pakan Rumput

LAMPUNG — Penjualan hewan kurban yang mulai marak di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) beri berkah bagi pencari pakan rumput.

Samino, pencari pakan di Kelurahan Way Lubuk, Kalianda menyebut memanfaatkan waktu bekerja pada salah satu pedagang hewan kurban. Selain dirinya ada belasan warga lain yang menyediakan jasa pencarian pakan rumput.

Samino menyebut mendapat upah borongan untuk tugasnya mencari pakan rumput. Upah borongan memberinya tugas mencari pakan rumput, memberi pakan, memberi minum dan memandikan ternak. Tugas tersebut dilakukan selama hampir dua pekan sebelum hari raya Idul Adha mendatang. Usaha tersebut dilakoninya pilihan saat sulit mencari pekerjaan.

Jenis rumput yang dicari menurutnya merupakan sumber pakan hijauan bagi ternak sapi,kerbau dan kambing. Ia memilih mencari rumput di dekat aliran sungai dan sejumlah embung. Selain rumput hijauan ia kerap menyediakan pakan jenis rumput odot, gajahan dan jerami. Proses mencari rumput butuh waktu selama dua jam untuk dibawa ke lokasi penjualan hewan kurban.

“Pencari pakan sebagian merupakan pemilik ternak yang sudah dibeli oleh pedagang sehingga saat diberi pakan ternak sudah terbiasa dan tidak stres sebelum ada pembeli,” terang Samino saat ditemui Cendana News, Selasa (21/7/2020).

Samino, salah satu pencari rumput untuk kebutuhan pakan bagi hewan kurban yang dijual di Jalan Raden Intan Kalianda,Lampung Selatan, Selasa (21/7/2020). -Foto Henk Widi

Ternak yang akan dijual kerap ditempatkan pada kandang darurat beratapkan terpal. Lokasi berjualan di Jalan Raden Intan Kalianda menjadi tempat strategis yang mudah dijangkau konsumen. Sistem borongan mencari pakan selama dua pekan diakuinya memberi hasil Rp500ribu per orang. Ia masih akan mendapat bonus dari hasil penjualan ternak rata rata Rp100ribu per ekor.

Total ada sebanyak 45 ekor ternak yang harus diberinya pakan sebanyak 25 ekor kambing,15 ekor sapi dan 5 ekor kerbau. Mendapat tugas mencari pakan rumput hijauan dilakukan olehnya agar kondisi ternak yang akan dijual dalam keadaan sehat. Saat ternak terjual ia juga memiliki tugas mengantar ke lokasi pembeli dengan kendaraan mobil.

“Pekerjaan ini memang terlihat berat namun karena hanya musiman memberi keuntungan apalagi saat pandemi corona,” paparnya.

Lihat juga...