Masa Pandemi, 500 UMKM Jateng Raih Sertifikasi Halal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Di tengah pandemi covid-19, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Jateng terus mendorong sertifikasi halal bagi produk IKM atau UMKM. Hal tersebut, diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen, sekaligus mampu memperluas pemasaran produk.

“Sertifikat halal ini sebagai bukti kehalalan produk yang dihasilkan, khususnya di bidang makanan, minuman hingga kosmetika. Ada banyak manfaat dari sertifikasi halal. Selain sebagai bukti bahwa produk yang dihasilkan tersebut halal, juga untuk perlindungan kepada konsumen, sehingga produk tersebut juga semakin luas pemasarannya,” papar Kepala Dinkop UKM Jateng, Ema Rachmawati di Semarang, Selasa (28/7/2020).

Ditambahkan, hingga semester pertama tahun 2020, tercatat sebanyak 500 UKM yang lolos seleksi dan berhak mendapatkan sertifikat halal.

“Lebih membanggakan lagi, dalam masa pendemi ini, semangatnya tetap luar biasa untuk bisa meraih sertifikasi halal. Selain itu, tidak hanya antusias untuk memajukan usaha, namun juga membuka lapangan kerja dengan memberdayakan tenaga lokal alias tetangga kanan kiri, yang membutuhkan pekerjaan,” terangnya.

Untuk mendapatkan sertifikasi halal tersebut, pelaku UKM  harus memperhatikan kualitas produk, hingga keamanan pangan. Sebab, sertifikasi halal ini tidak hanya sebagai tanggung jawab pada syariat agama dan akhirat, tapi erat hubungannya dengan keamanan pangan.

“Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh UKM, untuk mendapatkan sertifikasi halal. Persiapannya harus matang, persyaratan juga harus dipenuhi. Memang tidak mudah, namun selama ada keinginan tentu bisa mencapainya,” lanjutnya.

Ema menambahkan, selama proses menuju sertifikasi halal tersebut, Dinkop UKM Jateng juga memberikan pendampingan, melalui para konsultan yang ada di UKM Center Jateng.

“Bagi masyarkat atau pelaku usaha UKM, yang ingin produk mereka mendapat sertifikasi halal bisa berkonsultasi, termasuk proses dan permasalahannya di UKM Center Jateng, Jalan Setiabudi 192 Banyumanik Semarang,” tandasnya.

Sementara, Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Hatta Hatnansya Yusuf, menambahkan, fasilitasi sertifikat halal ini diberikan gratis kepada pelaku UKM yang telah lolos seleksi.

“Sebelum proses sertifikasi halal, kita lakukan kurasi terhadap UKM yang akan mengajukan. Apakah telah memenuhi syarat atau belum. Sekiranya belum memenuhi syarat, kita dorong agar dipenuhi, sehingga ketika diajukan, proses sertifikasi bisa berjalan lancar dan tidak ada penolakan,” terangnya.

Terpisah, salah satu pelaku usaha UKM penerima sertifikasi halal, Heri, mengaku terbantu dengan pendampingan yang dilakukan pemerintah, melalui Dinkop UKM Jateng.

“Saya berharap dengan adanya serifikat halal ini, produk roti yang kita produksi bisa semakin berkembang,” terang pemilik usaha Monz Deli tersebut.

Di satu sisi, meski ada penurunan permintaan dan omzet selama pandemi covid-19, pihaknya tetap melakukan produksi.

“Sejauh ini, rata-rata per hari produksi kita mencapai 24 kilogram. Masih mencukupi meski ada penurunan,” terangnya.

Harapan senada juga disampaikan Meli, pemilik usaha kerupuk Yogi. Dirinya berharap seiring dengan sertifikasi halal yang diperoleh, pangsa pasar bisa semakin luas dan produk mereka dipercaya masyarakat.

“Senang bisa mendapat sertifikasi halal. Mudah-mudahan dengan ini usaha kerupuk Yogi bisa semakin maju dan penjualannya juga meningkat,” tandasnya.

Lihat juga...