Masjid Agung At-Tin Tebarkan Daging Kurban Keluarga HM Soeharto

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Masjid Agung At Tin melakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 23 ekor sapi dari keluarga Presiden ke 2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto. Daging kurban tersebut akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Dalam pemotongan hewan kurban, semua petugas menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

Ketua Panitia Kurban Masjid Agung At Tin, Ustad Kisno mengatakan, 23 ekor sapi tersebut merupakan pemberian dari keluarga Cendana, yang rutin setiap tahun berkurban di Masjid Agung At-Tin.

“Alhamdulillah keluarga Pak Harto atau Keluarga Cendana rutin setiap tahun kurban di sini,” ujar Ustad Kisno kepada Cendana News saat ditemui di lokasi pemotongan hewan kurban di Masjid Agung At-Tin, Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Dalam pembagian hewan kurban, pihaknya tidak membagikan daging hewan kurban secara langsung. Tapi, dengan sistem pembagian perwakilan di setiap wilayah yang telah dibagikan kupon sebelumnya oleh panitia kurban Masjid Agung At-Tin.

“Kami menghindari pembagian daging secara langsung kepada warga. Ini untuk mencegah kerumunan warga di sekitar area pemotongan. Jadi yang ambil dagingnya nanti perwakilan dari RT-RW, mushola, dan pondok pesantren,” ungkapnya.

Untuk total daging yang dibagikan menurutnya, tergantung dari proposal perwakilan yang diserahkan kepada panitia kurban Masjid Agung At-Tin.

“Daging kurban dibagikan sesuaikan dengan jumlah yang telah diajukan oleh perwakilan,” ujarnya.

Pemotongan hewan kurban 23 ekor sapi melibatkan tim jagal dari Perkumpulan Dakwah Sembelih Halal. Sedangkan yang memotong dagingnya melibatkan santri-santri pondok pesantren.

Wakil Ketua 1 Masjid Agung At-Tin, Mayor Jenderal TNI (Purn), Agus Gunaedi Pribadi, ditemui di
di lokasi pemotongam area Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Wakil Ketua 1 Masjid Agung At Tin, Mayor Jenderal TNI (Purn), Agus Gunaedi Pribadi menambahkan, dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban, pihak panitia menerapkan aturan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan virus Covid-19.

“Situasi saat ini, protokol kesehatan menjadi prioritas, seperti pemotong hewan kurban harus pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan lebih dulu,” ujar Agus kepada Cendana News.

Pengelola Masjid Agung At-Tin semaksimal mungkin berupaya menerapkan social distancing dalam segala kegiatannya, tidak hanya pada pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

“Semua yang berada di lokasi pemotongan ini, harus mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Bahkan tambah dia, untuk bungkus daging hewan kurban juga menggunakan plastil food grade. “Ini juga sesuai protokol kesehatan,” pungkasnya.

Lihat juga...