Mencumbui Pantai Wisata Wairterang di Sikka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pantai Wairterang di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu pantai wisata yang sejak dahulu ramai dikunjungi warga.

Pantai berpasir hitam ini berada di Desa Wairterang dan setiap pengunjung yang datang tidak dipungut bayaran hanya tiket parkir kendaraan saja yang dikelola para pemuda di desa Wairterang.

“Tempat wisatanya bagus apalagi dijadikan tempat berkemah saat malam hari,” sebut Wenefrida Efodia Susilowati, pelaku pariwisata di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (14/7/2020).

Pelaku wisata di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Wenefrida Efodis Susilowati, saat ditemui di tempat wisata, Selasa (14/7/2020). Foto: Ebed de Rosary

Susi sapaannya menyebutkan, dirinya sering berkemah bersama beberapa rekan pelaku wisata saat malam hari di pesisir pantai Wairterang dan tempatnya juga aman dan nyaman.

Saat berkemah pihaknya menggunakan tenda camping dan menikmati keheningan malam di pantai ini yang terkadang juga bersama wisatawan asing yang menginap di beberapa cottage di sepanjang pantai.

“Paling mengasyikkan saat kita menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari pesisir pantai yang terlihat sangat jelas. Belum banyak masyarakat yang berkemah di pinggir pantai Wairterang,” ungkapnya.

Susi menambahkan, saat pandemi Corona merebak pantai ini pun sepi sehingga tidak banyak sampah plastik yang tersebar di pesisir pantainya. Tempatnya pun sepi dan tenang saat malam hari.

Selain itu para pemuda di Desa Wairterang juga selalu membersihkan pesisir pantai ini dan mengumpulkan sampahnya baik dedaunan dan sampah plastik untuk dibakar.

“Kami juga seminggu sekali bersama anak-anak sekolah dasar dan para relawan termasuk wisatawan asing sering membersihkan sampah di pesisir pantai,” ungkapnya.

Sementara itu, Sonya da Gama salah seorang pelaku wisata di Kota Maumere yang sering mengunjungi tempat wisata ini mengaku, pemandangan sunset dari pantai Wairterang sangat indah, apalagi pantainya pun relatif bersih karena sampah selalu dipungut.

Menurut Sonya, seharusnya pemerintah memperhatikan dan menata pantai ini dan dikelola dengan lebih baik agar bisa mendatangkan pemasukan bagi pemerintah daerah. Bila menjadi tempat wisata, bisa mempekerjakan juga masyarakat sekitar dan memberikan pemasukan.

“Bila pantai ini ditata dan banyak pengunjung maka akan banyak warga sekitar lokasi pantai ini akan mendapatkan tambahan pemasukan. Masyarakat sekitar yang petani pun akan mendapatkan penghasilan karena banyak wisatawan datang ke tempat ini,” tuturnya.

Sonya mengharapkan agar kawasan Teluk Maumere yang merupakan lokasi Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere dijadikan ikon pariwisata Kabupaten Sikka karena alam bawah laut yang sangat indah.

“Wisatawan banyak yang tertarik untuk diving dan snorkeling di tempat ini karena alam bawah lautnya sangat indah. Kita berharap pandemi Corona segera berakhir agar wisatawan terutama wisatawan asing kembali datang berwisata di tempat ini dan mengunjungi destinasi lainnya di Kabupaten Sikka,” harapnya.

Lihat juga...