Menteri Edhy Sepakat Pipa Kabel Bawah Laut Dirapikan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, mendukung langkah cepat lintas kementerian/lembaga dalam menyelesaikan persoalan tumpang tindih labuh jangkar dan penataan ulang pipa bawah laut di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). 

“Penataan ulang pipa/kabel bawah laut, di wilayah Kepri perlu dilakukan. Sehingga masyarakat setempat merasakan manfaat dari potensi wilayahnya,”ujar Menteri Edhy, Jumat (3/7/2020), dalam rilis.

Menurutnya, Perda rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) sebagai jawaban detail permasalahan terkait, memanfaatkan potensi daerahnya di wilayah Kepri.

“Kemarin saya sudah ikuti rapat dengan Kemenkomar. Rapat itu mengambil langkah-langkah cepat yang selama ini jadi bottle neck, salah satunya tentang lego jangkar,” kata Menteri Edhy mengaku usai mengikuti rapat koordinasi di Batam, Kemarin.

Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan ini, Menteri Edhy sepakat agar pipa/kabel bawah laut dirapikan.

Hal tersebut untuk menjaga kekayaan ekosistem laut, sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut. “Semua konkrit,” tegasnya.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan, penataan pipa/kabel bawah laut akan dilakukan di seluruh Indonesia. Dia memastikan, pemerintah sudah menyiapkan lokasi bagi pipa/kabel yang sudah habis masa kontraknya.

“Semua dulu pating sliwer, itu habis kontraknya dia harus diarahkan ke koridor yang sudah ditentukan, seluruh Indonesia. Salah satunya di Batam ini supaya tertib,” urainya.

Ada pun dalam rapat koordinasi ini, Menko Luhut juga melibatkan pemerintah daerah guna memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, disepakati pemerintah akan memangkas 11 area lebih jangkar menjadi lima.

“Di Batam ini ada 11 lego jangkar yang tak jelas, sekarang kita buat 3. Kemudian ada 2 lego jangkar yang sudah ada di pelabuhan, itu juga kita aktifkan,” jelas Menko Luhut.

Sebelum melakukan rapat koodinasi, Menko Luhut dan Menteri Edhy sempat meninjau lokasi pembangunan pabrik pengolahan bouksit menjadi alumina di Pulau Bintan. Menko Luhut menilai proyek ini sangat penting, karena bisa menghasilkan produk untuk industri hilir seperti badan pesawat terbang, bungkus aluminium hingga komponen barang elektronik.

“Proyek ini tadi sudah jalan dan kita harap awal tahun depan sudah mulai produksi,” jelasnya.

Rapat koordinasi tentang labuh jangkar di Kepri, dihadiri oleh Menko Luhut, Menteri Edhy, Kepala Pushidros TNI AL, Laksda Harjo Susmoro, Plt Gubernur Kepri Isdianto serta sejumlah pejabat teras dari masing-masing lembaga.

Lihat juga...