Meskipun Dilanda COVID-19, Produksi Pertanian di Sumbar Melimpah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Produksi padi di daerah Provinsi Sumatera Barat ditargetkan dapat terwujud 8 hingga 9 ton per hektarnya. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat diharapkan dapat mendorong petani dari segi benih dan peralatan pertanian.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, padi  merupakan tanaman sumber pangan utama rakyat Indonesia mutlak harus tersedia dan tidak boleh langka. Bahkan Kementerian Pertanian terus menggenjot produksi padi agar tercipta rasa aman di masyarakat.

“Sumatera Barat merupakan daerah agraris yang 23 persen PDRB berasal dari sektor pertanian. Saat ini kita mendapat informasi panen raya dengan varietas bujang marantau dengan produksi 5,7 ton per hektar. Hal ini memang sudah baik dari rata-rata produk padi kita 5,2 ton per hektar,” katanya, saat melakukan panen raya di Nagari Minangkabau, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (8/7/2020).

Ia menyebutkan untuk mendapatkan produksi yang bagus, perlu mendapatkan benih unggul dan cara pola tanaman, dan hal lain yang memungkinkan keberhasilan produksi. Untuk itu kepada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan turut membantu para petani.

Dikatakannya, daerah Tanah Datar adalah salah satu sentra produksi padi yang terkenal, dan terus menjaga produksi padi, agar masyarakat Sumatera Barat tidak terjadi kelangkaan pangan di masa sulit seperti Pandemi COVID-19.

“Pertanian Tanah Datar saat ini cukup baik dalam Indeks Pertanaman (IP) sebesar 2,7 di atas rata-rata IP Sumatera Barat 1,8,” jelasnya.

Apalagi pertanian Tanah Datar berpeluang mampu meningkatkan IP menjadi 3,0 yang tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang ada di nagari Minangkabau ini.

Untuk itu, Irwan Prayitno juga menekankan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Barat, mengingat cukup besarnya peluang dan potensi sektor itu, yang masih dapat dikembangkan dan didayagunakan, untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pertanian ini sangat bagus, karena dapat melakukan pengembangan perekonomian daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, uang yang beredar di Sumatera Barat berasal dari pertanian, karena lahan pertanian di Sumatera Barat sangat luas. Gubernur merasa bangga dalam suasana Pandemi COVID-19, masyarakat masih produktif di sektor pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat, Syafrizal, mengatakan, adanya kondisi produksi yang begitu bagus, disebabkan adanya dukungan irigasi, fasilitasi benih, pupuk bersubsidi dan alat mesin pertanian dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sendiri.

“Semoga hasil panen ini kian menambah motivasi bagi petani untuk lebih meningkatkan baik produksi dan produktivitas pada musim tanam berikutnya,” harapnya.

Untuk di daerah Nagari Minangkabau, pemanfaatan alat dan mesin pertanian berada di hamparan sawah kelompok tani (Poktan) Sawah Padang dari luas secara keseluruhan 60 ha, dapat memproduksi 5,7 ton per hektar. Menurutnya, kondisi tersebut terbilang bagus, dan diharapkan kepada petani di daerah lainnya turut termotivasi.

Selain itu pria yang akrab disapa Jejeng ini, mengingatkan pada masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Dengan demikian masyarakat Minangkabau  tidak terkena wabah virus COVID-19.

Lihat juga...