MPLS Siswa Baru di Kota Semarang Dilakukan Secara Daring

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Meski satuan pendidikan tidak melakukan proses pembelajaran tatap muka, namun dengan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring, Dinas Pendidikan Kota Semarang memastikan proses masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru, tetap dilakukan.  

“Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, dan SE Sekjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan BDR dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, tahun ajaran 2020/2021 pada  jenjang TK, SD dan SMP dimulai pada tanggal 13 Juli 2020,” papar Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, di Semarang, Kamis (9/7/2020).

Namun, karena situasi Kota Semarang belum memungkinkan, proses pembelajaran dilakukan dengan cara BDR daring. Diketahui Semarang, masih masuk zona merah penyebaran covid-19.

“Meski pembelajaran dilakukan secara daring, namun kita pastikan proses MPLS bagi siswa didik baru tetap dilakukan. Caranya pun secara daring. MPLS penting karena membantu siswa baru, untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Antara lain, terhadap aspek keamanan, fasilitas umum dan sarana prasarana sekolah, sekaligus, mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah Iainnya,” terangnya.

Kadisidk Kota Semarang Gunawan Saptogiri, menandaskan, proses pembelajaran tahun ajaran baru, tetap dilakukan dengan cara BDR atau daring. Termasuk, MPLS siswa baru digelar secara online, saat ditemui di Semarang, Kamis (9/7/2020). -Foto Arixc Ardana

Dipaparkan, proses MPLS secara daring tersebut diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan, dalam berinovasi.

Sekolah juga melakukan pendataan tentang keadaan diri dan sosial siswa, melalui formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru yang diisi oleh orang tua/wali siswa. Profil siswa yang terdiri dari identitas siswa, riwayat kesehatan, potensi/bakat siswa, serta sifat/perilaku siswa, serta profil orang tua/wali.

Gunawan menjelaskan, pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru dilaksanakan selama tiga hari, pada minggu pertama awal tahun pelajaran.

“Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, peIaksanaan dan evaluasi, dalam pengenalan lingkungan sekolah. Kegiatan harus dilakukan dengan memberikan manfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Mataram Semarang, Andae Meirawan, memaparkan, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah kegiatan terkait MPLS secara daring.

“Pertama tentu perkenalan dari para guru dan staf, kepada para siswa baru. Selanjutnya kita paparkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMP Mataram Semarang kepada siswa,” terangnya.

Salah satunya, berupa ekstra kurikuler barongsai, yang selama ini menjadi salah satu andalan sekolah tersebut.

“Barongsai SMP Mataram sejauh ini sudah banyak berprestasi di berbagai kejuaraan, baik tingkat Semarang hingga Jateng. Selain itu juga ada ekstra kurikuler lainnya, yang bisa menjadi wadah bagi siswa dalam mengasah bakat dan ketrampilan,” papar Andae.

Hal senada juga disampaikan Humas SMP IT PAPB Semarang, Usman Roin. “MPLS diisi dengan kegiatan mendidik dan menggembirakan. Perkenalan sarpras, guru, hingga beragam kegiatan ekstra yang ada. Misalnya pembuatan roket air. Ini menjadi salah satu prestasi di SMP IT PAPB, bahwa tim roket kita bahkan menjuarai hingga tingkat dunia,” tandasnya.

Lihat juga...