Nakes COVID-19 di Mimika Sudah Terima Insentif

Para petugas kesehatan di Kabupaten Mimika memberikan layanan pemeriksaan rapid test kepada warga di Kota Timika – Foto Ant

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui Dinas Kesehatan setempat, telah membayar insentif untuk Tenaga Kesehatan (Nakes), yang terlibat langsung dalam penanganan pandemi COVID-19.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan, insentif untuk petugas kesehatan itu bersumber dari APBD Mimika. Pencairan yang dilakukan untuk periode Maret hingga Mei 2020. “Khusus untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, ada dua area kerja yang kami tangani, yaitu puskesmas dan Shelter Wisma Atlet,” jelasnya, Senin (13/7/2020).

Reynold, yang juga menjadi Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Mimika menyebut, jajarannya sudah mengusulkan alokasi anggaran insetif tersebut ke pemerintah pusat, melalui Kementerian Kesehatan. Hingga saat ini, dana insentif yang dikucurkan oleh Kemenkes tersebut belum diterima oleh para petugas kesehatan di Kabupaten Mimika.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra – Foto Ant

Selain insentif, Pemkab Mimika juga memberikan uang transpor kepada petugas kesehatan, yang terlibat langsung dalam penanganan COVID-19. Bahkan juga disediakan uang makan serta penginapan, bagi tenaga kesehatan yang menginap di hotel selama penanganan COVID-19.

Reynold menyebut, besaran insentif mengacu pada Permenkes No.72/2020, yakni dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat dan bidan Rp7,5 juta, dan penunjang medis Rp5 juta. Jumlah tenaga yang terlibat langsung dalam penanganan COVID-19, khusus di lingkungan Dinkes Mimika ada sekira 350 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk petugas puskesmas di dalam wilayah Kota Timika, yang selama ini menangani para ODP (orang dalam pemantauan) dan OTG (orang tanpa gejala).

Untuk petugas kesehatan yang ditempatkan di Shelter Wisma Atlet, sebagian besar merupakan tenaga dari puskesmas wilayah pegunungan. Pada saat pandemi COVID-19, mereka sedang berada di Timika karena alasan keamanan. Selain menerima insentif, para petugas kesehatan itu juga tetap menerima hak-haknya yang lain, seperti Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP), yang selama ini rutin dibayarkan oleh Pemkab Mimika sebelum terjadinya pandemi COVID-19.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengakui, hingga kini pihaknya belum menerima alokasi dana insentif yang disalurkan oleh Kemenkes. “Setahu saya insentif petugas kesehatan memang sudah dibayarkan untuk tiga bulan. Sumber dananya dari APBD Mimika. Kalau insentif yang dari pusat, kami belum terima. Kami sedang mengusulkan ke pusat untuk pembayaran insentif petugas kesehatan selama Juni—Juli 2020,” kata John.

Kabupaten Mimika menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Provinsi Papua setelah Kota Jayapura. Hingga Senin (13/7/2020), jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Mimika sudah mencapai 440 kasus.

Dari jumlah itu, jumlah pasien sembuh mencapai 369 orang, pasien meninggal dunia enam orang, sementara kasus aktif yang masih ditangani di rumah sakit sebanyak 65 pasien. Saat ini terdapat tiga distrik (kecamatan) di Mimika yang berstatus zona merah, yaitu Tembagapura, Mimika Baru, dan Wania.

Sementara itu, Distrik Kuala Kencanasatu berstatus zona kuning. Adapun 14 distrik lainnya di Mimika masih berstatus zona hijau karena tidak ditemukan kasus COVID-19 ataupun pernah ada kasus COVID-19, namun sudah dinyatakan sembuh. Di antaranya adalah, Distrik Mimika Timur, Iwaka, dan Kwamki Narama. (Ant)

Lihat juga...