Objek Wisata Bahari Dibuka, Roda Ekonomi Masyarakat Kembali Bergerak

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Destinasi wisata bahari di wilayah Lampung yang semula ditutup selama masa pandemi Corona atau Covid-19 akhirnya dibuka. Sejumlah objek wisata bahari di Lampung Selatan (Lamsel) ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Saiman Alex, ketua Pokdarwis Minang Rua Bahari Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut objek wisata bahari telah dibuka dengan protokol kesehatan, Minggu (5/7/2020). Foto: Henk Widi

Rahmat, ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau menyebut sejak awal Juni wisata bahari ramai dikunjungi. Aturan ketat bagi pengunjung dengan protokol kesehatan diterapkan sebelum masuk ke kawasan wisata. Pengunjung yang datang diwajibkan memakai masker, mengisi biodata, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Kembali beroperasinya objek wisata bahari menurut Rahmat ikut membantu warga. Pemilik warung yang menyediakan makanan, minuman ringan mulai beroperasi. Jasa ojek perahu yang dikelola nelayan saat hari libur kembali menerima layanan keliling pulau Sekepol dan pulau Mengkudu hingga Batu Lapis.

“Kebosanan masyarakat yang tidak melakukan aktivitas wisata menjadikan destinasi bahari jadi pilihan dengan adanya tambahan wahana baru untuk menambah daya tarik bagi pengunjung,” terang Rahmat saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (5/7/2020)

Pedagang di objek wisata pantai Belebuk selama tiga bulan terakhir mendapat omzet minim. Sebab pembeli makanan, minuman ringan terbatas nelayan dan pemancing. Sejak awal Juni secara bertahap wisatawan mulai berdatangan. Protokol kesehatan yang diterapkan umumnya dipatuhi wisatawan yang dominan pengunjung lokal selama masa adaptasi new normal.

Hani, salah satu pengunjung di pantai Belebuk mengaku telah menunda berwisata selama Covid-19. Pilihan mengunjungi destinasi alam diakuinya dilakukan untuk menghindari kerumunan.

“Masa kerja dari rumah berimbas kebosanan melanda, untungnya objek wisata alam pantai boleh dikunjungi,” terangnya.

Ia dan keluarga menyewa perahu milik nelayan bernama Safrudin dengan biaya Rp15.000 per orang. Jarak yang cukup dekat antara pantai Belebuk dan pulau Sekepol menjadi alternatif untuk dikunjungi.

Saat kondisi surut terjauh pemandangan bawah laut yang dangkal membuatnya bisa melakukan kegiatan renang dan menyelam. Ia juga bisa mengeksplore keindahan pulau Sekepol dengan hobi fotografi yang disukainya.

Saiman Alex, ketua Pokdarwis Minang Rua Bahari Desa Kelawi menyebut pembukaan pantai bertahap dilakukan. Pengunjung juga diwajibkan melaporkan aktivitas wisata yang akan dilakukan.

Dibukanya objek wisata diiringi dengan aktifnya sejumlah petugas pengelola. Penjaga gerbang dan tiket, pengelola parkir, homestay dan pedagang mulai berktivitas.

“Saat jumlah pengunjung terlihat melebihi kapasitas langsung distop karena pilihan pantai lain cukup banyak,” cetusnya.

Rahmat Hariyadi, kepala bidang Pengembangan dan Destinasi, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung menyebut wisata alam telah dibuka. Pembukaan objek wisata mengacu pada anjuran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kawasan wisata bahari yang rendah terhadap resiko penularan diharapkan menggerakkan ekonomi.

Pengelola objek wisata menurutnya harus berkoordinasi dengan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Tanpa adanya izin objek wisata belum boleh dibuka.

Sebagai stimulus bagi pelaku usaha pariwisata, Rahmat Hariyadi menyebut telah membagikan 400 paket bantuan. Paket bantuan tersebut dibagikan bagi pelaku usaha wisata yang secara tidak langsung ikut terdampak Covid-19. Selain pembagian paket bantuan sosialisasi new normal kepariwisataan dilakukan bagi Pokdarwis dan stakeholder terkait.

Lihat juga...