Ojol Kembali Beroperasi di Bekasi, Orderan Masih Sepi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Layanan ojek online untuk angkut penumpang mulai diizinkan beroperasi di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, pada masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB). Diketahui Ojol sudah tiga bulanan berhenti melayani penumpang mengikuti aturan jaga jarak.

Meski sudah diperbolehkan beroperasi untuk mengangkut penumpang terhitung sejak kemarin, pengemudi driver ojek online (ojol) di Bekasi mengakui orderan masih sepi.

“Mungkin masih banyak masyarakat belum mengetahui, jika di Kota Bekasi Ojol sudah diperbolehkan mengangkut penumpang,”ujar Erwin, Ojol warga asal Cibitung kepada Cendana News saat ditemui di salah satu pangkalan Bunderan Komsen, Jumat (10/7/2020).

Erwin memastikan Ojol dengan adanya izin kembali beroperasi mengangkut penumpang sudah mengikuti protokol kesehatan, sesuai petunjuk aplikator sebelum mengangkut penumpang.

Bahkan dia mengakui masih menunggu alat partisi pembatas dari bahan plastik yang dijanjikan aplikator untuk menjaga keamanan penumpang. Hal lain adalah menyediakan masker jika penumpang tidak memilikinya.

“Saat ini, kita Ojol menyediakan masker dan handsainitizer bagi penumpang yang akan angkut. Itu masuk sebagai protokol utama kesehatan Ojol. Informasi aplikator juga akan memberi partisi plastik sebagai pembatas, tapi belum ada,”tandasnya.

Terakhir Erwin mengaku sejak pagi tadi mengaktifkan aplikasi baru mendapatkan satu orderan hingga pukul 10.00 WIB. Hal tersebut juga diamini driver Ojol lainnya, mereka memperkirakan karena sistem masih baru.

“Mungkin masih tahap penyesuaian, atau banyak yang belum tahu akan beroperasi kembali Ojol di Kota Bekasi ini. Kita tunggu saja beberapa Minggu kedepan kami optimis kembali lagi,”ujarnya.

Pantauan di lapangan aktifitas Ojol di Kota Bekasi kembali menggeliat terutama di beberapa titik seperti bundaran maupun di sekitar stasiun kereta Bekasi sendiri. Mereka terlihat memarkir kendaraan memantau dari orderan dari aplikasi.

Diketahui pengaktifan Ojol di Kota Bekasi atas dorongan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi melalui audiensi dengan pihak Grab Indonesia dan Gojek, untuk meminta pengaktifan kembali di wilayahnya.

Bahkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi langsung menghadiri launching di Mega Bekasi dan berkesempatan mengingatkan pentingnya tetap protokol kesehatan dan penggunaan masker pada diri sendiri maupun penumpang.

Pihak aplikator juga sudah menyiapkan sanksi kepada pengendara yang tidak mematuhi aturan maka akan diserahkan kepada pihak manajemennya atau ada laporan dari manajemen, karena dia yang lebih berwenang atas ketidak patuhan tersebut.

Hanya saja untuk para penumpang, lebih mawas diri dalam memilih pengendara yang tidak mematuhi aturan, karena hal tersebut bisa membuat rentan penularan yang tidak diketahuinya.

Lihat juga...