Omzet Menurun, Usaha Roti Rumahan Ini Tetap Bertahan 

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Wabah Covid-19 berdampak signifikan bagi sebagian pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kota Bekasi, Jawa Barat. Meski terseok karena omzet menurun, pelaku UKM rumahan  tetap bertahan.

Salah satunya seperti usaha pabrik roti rumahan Khana Bakery, di komplek perumahan Duta Kranji, Bekasi Barat, masih bertahan berproduksi roti di tengah lesunya penjualan akibat pandemi Covid-19

“Alhamdulillah, meski omzet menurun karena dampak penjualan sepi tapi kami tetap produksi. Intinya bertahan sebisa mungkin dengan mengandalkan hasil penjualan keliling,”ujar Iwan (38), Kepala Operasional Khana Bakery kepada Cendana News, ditemui di pabriknya, Selasa (14/7/2020).

Diakuinya memang sebagian pelaku bisnis terutama makanan banyak mengalami peningkatan di tengah masa pandemi yang dijual secara online. Iwan, mengakui belum merambah ke rumah delivery atau online ia hanya mengandalkan sales, untuk keliling.

Iwan (38), Kepala Operasional Khana Bakery, ditemui di lokasi pabriknya, kawasan Kranji, Selasa (14/7/2020). -Foto: M. Amin

Menurutnya Khana Bakery selama ini selain mengandalkan dari penjualan keliling, dibantu dengan orderan seperti untuk hajatan, pertemuan dan lainnya. Sejak pandemi semua kegiatan tersebut ditiadakan di Kota Bekasi, dan tentunya berdampak pada omzet Khana Bakery.

Iwan, lebih lanjut mengatakan bahwa usaha roti rumahan yang dirintisnya sudah berjalan dua tahun di rumah kontrakan yang disewanya. Tapi saat ini telah ia telah memiliki 20 karyawan, dan 15 sebagai sales keliling menjajakan roti di berbagai lokasi.

“Saya modalin 15 unit motor untuk sales keliling. Hanya itu saja yang bertahan selama pandemi. Lima orang bagian produksi,”jelasnya.

Memilih usaha produksi roti secara rumahan bagi Iwan bukan hal baru. Ia mengaku sangat memahami tekstur roti hingga tak heran jika Khana Bakery mampu bersaing dan disukai masyarakat.

Pria asal Pekalongan, Jawa Tengah, dalam berbisnis roti memberi target kepada salesnya. Namun demikian tentu tidak mengikat karena menurutnya dagang pasti mengalami pasang surut. Pastinya sales tetap semangat di lapangan itu saja kuncinya.

“Target penjual tentunya ada, tapi tidak ada jaminan harus laku berapa. Karena namanya juga jualan pasti ada pasang surutnya dan itu biasa,” imbuhnya.

Apalagi masa pandemi seperti sekarang, imbasnya sangat terasa. Dia mengatakan hanya bertahan sifatnya. Dulu omzet bisa mencapai Rp50 juta per bulan sekarang hanya kisaran Rp15 juta dalam beberapa bulan terakhir.

“Khana Bakery memproduksi roti sebanyak 1000 pcs roti dalam sehari dibagi dalam dua shif. Mulai pukul 06.00 wib hingga pukul 09.00 WIB sudah packing untuk ke kendaraan sales. Selanjutnya dimulai sore,” tukasnya

Saat ini Iwan mengaku beberapa bahan pokok roti sedang melambung seperti tepung terigu. Dia berharap ada perhatian terkait harga bahan pokok seperti tepung dan lainnya.

Lihat juga...