Optimalkan e-Government, Diskominfo PPU Gelar Pelatihan Pemeliharaan Laman

PENAJAM  – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur menggelar pelatihan bagi pengelola laman milik organisasi perangkat daerah (OPD)  setempat agar bisa mengatasi secara mandiri dengan cepat jika terjadi kendala.

“Pelatihan kami gelar selama dua hari mulai kemarin hingga hari ini yang dilakukan secara bergantian. Kemarin ada 11 perwakilan OPD yang dilatih, kemudian hari ini ada 15 perwakilan OPD,” ujar Kepala Diskominfo Kabupaten PPU, Budi Santoso di Penajam, Rabu.

Pelatihan dilakukan bagi operator atau pengelola laman OPD yang telah mendapat bandwidth (kapasitas pada ethernet untuk trafik paket data) dari Diskominfo PPU.

Sebelumnya, kata dia, pengelolaan laman (website) masih terpencar di masing-masing OPD yang bekerja sama dengan pihak ketiga, namun sekarang sudah terfokus ke Diskominfo sehingga pihaknya melakukan pelatihan.

Ia menjelaskan bahwa di awal-awal peralihan pengelolaan laman ke Diskominfo PPU, ada sejumlah masalah yang berkaitan dengan jaringan. Dari masalah yang muncul itu, kemudian ditindaklanjuti oleh pihaknya untuk mencari sumber masalah.

Masalah yang muncul, kata Budi lagi, memang bervariasi, namun umumnya adalah karena kabel power putus, tercabut, ada yang konektornya tercabut, lantas mereka mengeluh bahwa kapasitas internet rendah atau turun, padahal jaringan yang dipakai oleh Diskominfo kuat dan terpelihara.

“Pelatihan yang dilakukan selama dua hari ini mulai dari pengenalan mengatasi masalah pada bandwidth dan routernya, pokoknya semua yang berkaitan dengan jaringan agar bisa mereka atasi secara mandiri, sedangkan jika terjadi penurunan total, baru Diskominfo yang turun tangan,” ucap Budi.

Ia juga mengatakan, laman di setiap OPD merupakan salah satu cara dalam menerapkan e-Government, sehingga pihaknya perlu mengakomodasi fungsi-fungsi pengembangan teknologi informasi (TIK).

“Dalam hal ini, TIK sebagai pendukung kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik, termasuk TIK sebagai transformer untuk penentu arah kebijakan pemerintahan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...