Partai Berkarya Tetap Solid tak Perlu Munaslub

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Rapat Pleno Partai Berkarya (PB) yang dipimpin langsung oleh Hutomo Mandala Putra (HMP) atau Tommy Soeharto dengan didampingi Sekretaris Jendral PB, Priyo Budi Santoso, Dewan Penasihat Tedjo Edhi, Bendahara Umum PB Neneng, dengan dihadiri 33 DPP dan 45 DPW menghasilkan kesepakatan perihal pencabutan keanggotaan sekaligus pemberhentian secara tidak hormat kepada mereka yang melakukan tindakan makar dengan ingin mengadakan Munaslub.

Sejatinya agenda Musyawarah Nasional pun belum mulai dilaksanakan semenjak selesainya Pemilu. Dengan adanya gerakan ingin melaksanakan Munaslub tersebut, beberapa kader Berkarya membentuk suatu gerakan yang menamakan dirinya Gerakan Front Anti-Munaslub Partai Berkarya.

Ditunjuk sebagai penasihat yakni Haji Andi Natsir (Fungsionaris Berkarya), Koordinator Front Anti Munaslub, Syech Mujahidin Djenar (DPW DKI), Wakil Kordinator Front Anti Munaslub yakni Andi Juliana (AMPB), Andre Silfan (BAJA BERKARYA), Heru Permono (GEMUIS BETAWI), Muhamad Febi M (DPW DKI), Toni Setiawan (DPW NTB), Simon Ndoloe (DPD Jakarta Utara), Henriono Minda (Kader Milenial Berkarya), dan advokasi Front Anti Munaslub, Andi Faisal SH, MH.

Yusuf Bunco, Ketua DPD Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, mengatakan, bahwa dalam rangka pembenahan struktur organisasi, dirinya sangat berharap seluruh DPD yang terdapat di dalam struktur organisasi Partai Berkarya di seluruh Indonesia tetap berada di dalam garis kebijakan partai di bawah kepemimpinan Hutomo Mandala Putra (HMP) dengan Priyo Budi Santoso sebagai Sekjen Partai Berkarya.

“Marwah partai harus kita junjung dengan HMP sebagai Ketum dan Priyo sebagai Sekjen. Saya berharap jangan ada ketua DPD yang keluar dari garis organisasi,” ucapnya, Rabu (8/7/2020) di gedung Granadi, Kuningan, Jakarta.

Giyanto Hadi Prayitno, Ketua Umum HMSI mengatakan, sudah saatnya Partai Berkarya berbenah diri menyongsong 2024 untuk menuju yang lebih baik lagi. Dirinya mengajak seluruh pecinta Bapak Soeharto, kader Partai Berkarya, kader HMSI untuk kembali ke Partai Berkarya secara utuh sehingga PB dapat menjadi partai yang hebat di kemudian hari.

“Tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Ini hanyalah riak-riak kecil, untuk itu abaikan munaslub dan tetap istiqamah bersama dengan Pak Tommy Soeharto,” ungkapnya.

H. Heldy Agustian, Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten ikut mengatakan bahwa hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu dimana banyak berita seputar munaslub PB. Dan pada hari ini menurut Heldy merupakan jawaban seputar berita tersebut.

Heldy berharap mudah-mudahan rapat pleno hari ini, semua tetap satu komando di bawah kepemimpinan Ketua Umum yakni Hutomo Mandala Putra dengan sekjen Priyo Budi Santoso.

“Kami semua berharap dengan adanya silaturahim hari ini dengan mengadakan rapat pleno, PB lebih solid lagi ke depannya, lebih besar lagi, karena memang PB khususnya di provinsi Banten alhamdulillah mendapatkan 10 kursi dan masyarakat berharap PB ke depan mampu melahirkan kader-kader terbaik,” katanya.

Heldy juga secara pribadi meminta doa kepada seluruh kader PB agar dirinya lolos dan terpilih menjadi walikota Cilegon tandem dengan ketua DPW PKS. Dirinya berharap kepada rekan-rekan PB yang melanggar dapat dikenakan sanksi.

Apriani, Ormas Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) mewakii rekan-rekannya mengatakan, mendukung penuh Hutomo Mandala Putra untuk terus melanjutkan struktur organisasi PB dengan Priyo Budi Santoso sebagai Sekjen untuk menjadikan PB semakin besar dan makin berjaya.

Toni Setiawan (DPW NTB) dari FRONT ANTI MUNASLUB mengajak dan mengimbau seluruh jajaran dan kader PB di seluruh Indonesia untuk setia dan loyal kepada ketua umum Hutomo Mandala Putra dan Sekjen Priyo Budi Santoso sebagai ketua umum dan Sekjen yang legitimit dan definitif sehingga  siap menghadapi segala macam tantangan politik dalam situasi dan kondisi apa pun.

Andi Faisal SH, MH. dari advokasi Front Anti Munaslub menyampaikan rasa syukur dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PB Tommy Soeharto yang telah menerima ide, saran, dan gagasan dari Tim LBH untuk menjadi masukan dan pertimbangan dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang strategis untuk DPP PB.

“Sebagai Organisasi Sayap (Orsap) tetap mendukung kepada Ketua Umum PB Hutomo Mandala Putra dan sekjen Priyo Budi Santoso untuk senantiasa menjaga marwah, citra, dan nama baik Partai Berkarya. Tindak tegas orang-orang yang merusak PB. Untuk itu kita siap menjaga kebijakan yang akan diambil selanjutnya oleh ketum dan sekjen PB. Berharap rekan-rekan orsap, ormas, atau lembaga di tingkat DPP dapat pula ikut serta sama-sama berjuang untuk menjaga marwah Partai Berkarya dalam mempersiapkan tantangan ke depan,” jelasnya.

Simon Ndoloe, perwakilan DPD Partai Berkarya Jakarta Utara, saat dijumpai Cendana News, Rabu (8/7/2020). Foto: M. Fahrizal

Simon Ndoloe (DPD Jakarta Utara), mengatakan dengan tegas bahwa ada suatu gerakan dengan mengatasnamakan PB untuk mengadakan Munaslub. Sebagai pengurus DPD dirinya tidak setuju dengan Munaslub dengan ada dua indikasi yang pertama Munaslub ini mengandung perpecahan, dan yang kedua, Munaslub telah merobek-robek marwah partai.

“Kami merupakan pejuang-pejuang yang merintis PB dari awal berdiri untuk daerah Jakarta Utara. Dan kami tidak ingin partai ini dipecah-pecah oleh munaslub karena sudah melanggar aturan, menghina marwah partai, yang diketuai Hutomo Mandala Putra dan Sekjen Priyo Budi Santoso. Dan sebagai kader serta pengurus, kami akan melawan gerakan-gerakan yang liar yang tidak konstitusional,” ujarnya.

Lihat juga...