Pasien Gagal Ginjal ini Meninggal dengan Gejala Corona

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Seorang pasien gagal ginjal yang masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS TC Hillers Maumere Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2020) dinyatakan meninggal dunia Selasa (22/7/2020) sekitar pukul 04.00 WITA setelah dirawat di Ruang Isolasi.

Almarhum KNP (35) asal Desa Watubala, Kecamatan Waigete, tersebut masuk ke RS TC Hillers Maumere untuk menjalani cuci darah karena mengidap penyakit gagal ginjal dan baru tiba dari Jakarta.

“Kami utus tim epidemologi untuk menyelidiki guna menentukan apakah almarhum statusnya suspect atau propable Covid-19. Setelah diskusi dengan dokter yang menangani maka yang bersangkutan masuk klaster probable,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Selasa (21/7/2020).

Petrus menjelaskan, propable merupakan pasien suspect dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berat dan meninggal tanpa konfirmasi. Artinya kata dia, pasien tersebut belum dipastikan statusnya positif atau negatif Covid-19.

Dari gejala yang ada lanjut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini, disimpulkan bahwa almarhum bisa dikatakan terindikasi Covid-19. Almarhum ucapnya, memiliki penyakit penyerta gagal ginjal dan saat dirawat di IGD sedang mengalami sesak nafas, flu dan batuk.

“Saat hendak dilepas selang cuci darahnya ternyata diarahkan ke ruang isolasi dan paginya yang bersangkutan meninggal dunia. Karena statusnya propable maka penanganan jenazahnya sesuai protokoler kesehatan Covid 19,” jelasnya.

Mobil jenazah khusus Covid-19 sedang mengantar jenazah yang diduga terserang penyakit Covid-19 untuk dimakamkan di Desa Warubala Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (21/7/2020). Foto: Ebed de Rosary

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sikka ungkap Petrus, telah mengutus tim ke rumah sakit dan ke rumah duka untuk menangani jenazah dan proses pemakaman almarhum di lokasi pemakanan milik keluarga di Desa Watubala.

Setelah pemberkatan jenasah oleh Pastor terangnya, maka jenazahnya langsung dibawa ke tempat pemakaman yang telah disiapkan dan langsung dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Kami sudah koordinasikan dengan keluarga almarhum dan keluarga sudah menyiapkan lokasi pemakaman pribadi. Lokasinya tidak masalah karena jaraknya 500 meter dari pemukiman dan jauh dari sumber air. Semua penanganan jenazah dan pemakaman ditanggung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka,” terangnya.

Petrus meminta agar masyarakat sekitar tempat tinggal dan warga Kabupaten Sikka jangan panik karena penanganan jenazah dan prosedur pemakamannya sesuai protokol Covid-19.

Besok Rabu (22/7/2020) sebutnya, akan dilakukan pemeriksaan rapid test terhadap mereka yang pernah kontak dengan almarhum dan bila hasilnya reaktif maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab.

“Ada juga seorang pasien rujukan dari Kota Larantuka yang masuk ke RS TC Hillers Maumere dengan gejala sesak napas, flu dan batuk. Pasien tersebut saat ini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Dokter yang biasa menangani pasien Covid-19, dr. Santi Delang, menyebutkan almarhum yang meninggal dunia di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere memang memiliki penyakit lain namun juga memiliki gejala Covid-19.

Untuk itu kata Santi, pihaknya sudah menyampaikan kepada keluarga almarhum dan lokasi pemakaman juga sudah disiapkan keluarga serta lokasinya sesuai dengan standar kesehatan pemakaman jenazah Covid-19.

“Kami sudah menyampaikan kepada pihak keluarga mengenai protokoler penanganan jenazahnya dan pihak keluarga juga menerima. Kami harapkan jangan banyak orang yang melayat dan nanti juga akan diatur,” ujarnya.

Lihat juga...