Pasokan Ikan Laut Berkurang Saat Fase Bulan Purnama

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah pedagang ikan atau dikenal pelele alami kesulitan memperoleh pasokan ikan imbas bulan purnama. Pasokan ikan sebagian merupakan hasil tangkapan nelayan pancing rawe dasar sementara ikan laut yang kerap ditangkap menggunakan jaring rampus  sulit diperoleh.

Rusmini, salah satu pedagang ikan di pasar ikan Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung menyebut fase bulan purnama berimbas sebagian besar nelayan istirahat melaut karena jenis ikan permukaan sulit ditangkap ketika bulan purnama. Sulitnya mendapat pasokan ikan membuat harga alami kenaikan.

Kenaikan harga menurut Rusmini terjadi pada jenis tengkurungan, selar, tongkol hingga teri. Berbagai jenis ikan tersebut semula dijual seharga mulai Rp20.000 untuk jenis tengkurungan kini seharga Rp23.000 per kilogram. Ikan selar semula dijual seharga Rp18.000 kini dijual seharga Rp21.000 per kilogram. Jenis ikan rata rata alami kenaikan harga mulai Rp3.000 hingga Rp5.000 perkilogram.

“Pencari ikan untuk dijual lagi dominan banyak dari sejumlah pelele yang ada di pasar gudang lelang dan sejumlah pasar yang membeli dengan sistem lelang, namun saat tangkapan berkurang hanya sedikit pelele bisa berjualan,” terang Rusmini saat ditemui Cendana News,Sabtu (11/7/2020)

Sebagian pedagang memilih menjual ikan budidaya yang diperoleh dari para petambak. Saidah, salah satu pedagang memilih menjual kepiting bakau, udang vaname, ikan bandeng yang diperoleh dari petambak di Lamsel dan Pesawaran.

“Saya tetap menjual ikan laut jenis tongkol namun sebagian stok beberapa hari sebelumnya yang telah disimpan pada lemari pendingin,” bebernya.

Jenis udang vaname, kepiting dan ikan bandeng dijual dengan harga bervariasi. Ia menjual udang dengan harga mulai Rp50.000 per kilogram hingga Rp60.000 perkilogram. Jenis kepiting bakau dijual seharga Rp45.000 per kilogram dan ikan bandeng Rp30.000 per kilogram.

Dampak pasokan ikan berkurang mempengaruhi sektor usaha kuliner. Narso, pemilik usaha penggilingan daging ikan menyebut ia sulit mendapat bahan baku ikan kuniran, parang dan tenggiri. Semua jenis ikan tersebut kerap digunakan untuk bahan pembuatan pempek, bakso ikan, tekwan dan kerupuk. Sehari ia bisa menggiling sebanyak 300 kilogram ikan pesanan pemilik usaha kuliner.

“Kini hanya terbatas menggiling ikan rata rata 50 kilogram perhari karena bahan ikan laut berkurang saat bulan purnama,” cetusnya.

Lihat juga...