PAUD Anak Berkebutuhan Khusus di Sikka Rutin Evaluasi

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Karya Ilahi di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara rutin dan berkala melakukan evaluasi dan pelaporan perkembangan anak didik berkebutuhan khusus, dalam menyerap pelajaran.

Para guru sekolah dengan jumlah murid 30 orang ini, setiap hari Sabtu melakukan evaluasi terkait pembelajaran dan perkembangan murid serta sebulan sekali membuat laporan secara menyeluruh.

“Hari Senin sampai Jumat sekolah seperti biasa, dan Sabtu kami lakukan evaluasi, dan setiap bulan kami buat laporan sehingga bisa evaluasi perkembangan anak didik,” sebut Ursula Maria, pendiri PAUD Karya Ilahi, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (9/7/2020).

Pendiri PAUD Karya Ilahi di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Ursula Maria, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (9/7/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Ursula mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi per anak didik sehingga setiap guru melakukan observasi per anak. Setiap anak punya alat peraga masing-masing, sebab kadang ada anak yang tidak mau alat peraganya dari kayu, warnanya juga tidak disukainya.

Bahkan, seragam untuk para guru tidak pernah digunakan lagi, karena anak-anak juga tidak suka, sehingga para guru pun akhirnya tidak memakai seragam lagi.

“Guru juga harus menggunakan pakaian dan penampilan juga sama dengan sehari sebelumnya, agar anak-anak juga bisa mengingatnya. Ini yang membuat terkadang seorang guru harus peka terhadap apa yang tidak diinginkan anak didik,” ungkapnya.

Guru di PAUD Karya Ilahi, sebut Ursula, selalu belajar untuk menangani anak berkebutuhan khusus, bahkan hingga ke Jakarta dengan biaya sendiri, dari menjual kalender dan dana patungan orang tua murid.

Hal ini dilakukan, agar para guru selalu menimba ilmu yang baru dalam mengajar anak berkebutuhan khusus, sehingga ada perkembangan setelah anak didik menimba ilmu di sekolah ini.

“Kami juga melibatkan psikolog dari Universitas Nusa Nipa Maumere, untuk mengevaluasi perkembangan anak, apakah ada keberhasilan dalam pembelajaran atau tidak. Kami melibatkan pihak ke tiga agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan kepada orang tua, dan pihak donatur,” ucapnya.

Sementara itu, Hermiana Tina, salah seorang nenek dari anak berkebutuhan khusus mengaku setelah cucunya bersekolah di PAUD Karya Ilahi ada perkembangan dalam membaca dan menulis.

Cucunya yang berumur 10 tahun tersebut, kata Hermiana, bila bersekolah tidak murung, namun kalau lama tidak ke sekolah dirinya selalu murung dan bersedih dan merengek minta diantar ke sekolah.

“Memang ada perkembangan yang baik kalau cucu saya bersekolah, dan dia juga merasa senang dan gembira kalau ke sekolah.Tetapi kami kesulitan biaya untuk setiap hari membawa dia ke sekolah, karena harus menyewa mobil pick up, sebab harus bawa kursi roda juga,” tuturnya.

Hermiana berharap, agar pemerintah bisa membantu PAUD Karya Ilahi supaya bisa berkembang dan bisa membayar gaji para guru. Memang sekolahnya gratis, tetapi kadang anak murid tidak ada biaya transportasi ke sekolah.

Lihat juga...