Pedagang Pasar Wage Purwokerto Keluhkan Rencana Penutupan

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Menjelang penutupan pasar terbesar di Kota Purwokerto, Pasar Wage, para pedagang memutar otak untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan. Beberapa pedagang mengaku akan berjualan keliling, ada yang menggunakan sepeda motor, ada juga yang menggunakan sepeda.

“Stok dagangan buah saya baru datang kemarin sore, jadi masih banyak. Nanti kalau pasar ditutup, saya jualan keliling pakai motor, karena buah tidak tahan lama, terutama untuk pisang, anggur, pepaya, kalau untuk apel dan buah pir masih bisa bertahan sampai 3 hari ke depan,” kata sala satu pedagang buah Pasar Wage Purwokerto yang mangkal di Jalan Vihara, Slamet, Senin (13/7/2020).

Slamet mengatakan, penutupan selama tiga hari, menurutnya terlalu lama dan sangat berdampak terhadap para pedagang. Karena pedagang penghasilannya harian dari berjualan, sehingga jika tidak berjualan, tidak ada pemasukan sama sekali.

“Kemarin yang dilakukan swab test adalah pedagang di dalam pasar dan lantai dua, kalau kami kan di Jalan Vihara, lokasinya jauh dari para pedagang yang kemarin di-swab test dan ada yang positif,” kata Slamet.

Hal serupa juga disampaikan Suryati, pedagang sayuran di Jalan Vihara. Meskipun pengumuman penutupan pasar masih ada jeda satu hari untuk menghabiskan dagangan, namun penutupan pasar selama tiga hari dirasa sangat memberatkan pedagang.

“Kalau pasar tutup, nanti jualan sayur di rumah saja, tetapi pembelinya terbatas para tetangga. Jadi, hari ini tetap kulakan sayur untuk jualan besok. Karena kalau tidak jualan, ya kita tidak makan,” tuturnya.

Pedagang tempe di Pasar Wage, Mugiman mengaku akan berjualan tempe keliling menggunakan sepeda selama pasar tutup. Biasanya setelah mangkal di Pasar Wage, pada siang harinya Mugiman memang berjualan keliling, jika dagangannya belum habis. Sehingga ia sudah memiliki beberapa pelanggan.

Namun, Mugiman mengaku penghasilannya akan jauh berkurang jika pasar tutup. Sebab, sebagian besar tempe produksinya habis terjual di Pasar Wage.

“Nanti membuat tempenya dikurangi, kemudian jualan keliling. Kalau penghasilan ya jelas menurun, karena 70 persen dagangan saya biasanya terjual di Pasar Wage ini,” keluhnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak lima orang pedagang Pasar Wage terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga pasar akan ditutup mulai nanti malam hingga Jumat (17/7/2020) pagi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Yunianto, mengatakan seluruh pedagang dan karyawan pasar akan dilakukan swab test secara bertahap.

“Kalau total jumlah pedagang di Pasar Wage ada 3.000 lebih, nanti jadwal swab test-nya akan diatur oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dan bagi pedagang yang tidak mau menjalani swab test, dilarang berjualan kembali di Pasar Wage,” tegasnya.

Lihat juga...