Pemdes Ruguk Fasilitasi Lansia Peroleh Dokumen Kependudukan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pemerintah Desa (Pemdes) Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) fasilitasi warga yang akan melakukan perekaman dokumen kependudukan.

Saiful, Kepala Desa Ruguk mengungkapkan pihaknya menjemput sebanyak lima warga yang mengalami masalah pada kartu keluarga dan KTP elektronik. Imbasnya sejumlah warga tidak bisa mencairkan bantuan langsung tunai (BLT).

Sebanyak lima orang tersebut sebagian merupakan warga lanjut usia (lansia), berusia sekitar 60 hingga 70 tahun. Keterbatasan usia dan kesehatan berimbas pada sejumlah warga alami kesulitan untuk mengakses pelayanan ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Dibantu oleh sejumlah kepala dusun, Pemdes Ruguk, lanjut Saiful menjemput warga ke rumah masing-masing. Sebagian warga yang merupakan lansia dijemput dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Saat proses penjemputan tersebut tim disertai petugas kesehatan. Perawat disiapkan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang melakukan perekaman KTP dan KK.

“Sebagian warga yang akan melakukan perekaman merupakan warga usia lanjut yang sudah kesulitan berjalan sehingga harus dibantu oleh petugas, sebelum berangkat juga telah dilakukan pemeriksaan kesehatan,” terang Saiful saat ditemui Cendana News, Jumat (3/7/2020).

Saiful, Kepala Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang,Lampung Selatan saat berada di kantor Kecamatan Ketapang, Jumat (3//7/2020). -Foto Henk Widi

Pemberian fasilitas bagi warga lansia tersebut lanjut Saiful merupakan bagian dari pelayanan bantuan bantuan langsung tunai bersumber dari dana desa. BLT DD yang dialokasikan bagi warga Ruguk menurutnya mencakup sebanyak 187 keluarga penerima manfaat. Sebanyak 164 warga telah menncairkan bantuan tahap pertama dan sebanyak 23 orang terkendala nomor induk kependudukan.

Bagi sebanyak 18 orang warga yang mengalami kendala NIK dan KTP memilih datang ke kantor Disdukcapil. Pemdes Ruguk menurutnya melakukan sistem jemput bola untuk memudahkan warganya melakukan pengurusan dokumen kependudukan. Sebab selain dipergunakan untuk kebutuhan pencairan bantuan perekaman dokumen kependudukan membantu tertib administrasi.

“Proses perekaman serta validasi NIK,KTP akan membantu untuk tertibnya dokumen kependudukan yang berguna untuk pembuatan rekening bank dan pengurusan dokumen lain,” terang Saiful.

Tertib administrasi kependudukan diakuinya berkaitan dengan kelahiran, kematian dan pemisahan anggota keluarga. Ia mewajibkan warga untuk segera melaporkan ke pihak desa adanya penambahan keluarga baru saat kelahiran, pengurangan anggota keluarga saat ada yang meninggal dan menikah lalu membuat KK baru. Proses pembuatan dokumen dimulai dari desa hingga kecamatan dan diteruskan ke Disdukcapil.

Wawan Eko Prasetio, perawat Desa Ruguk menyebut penjemputan warga yang akan melakukan perekaman dokumen kependudukan tetap menerapkan protokol kesehatan. Warga yang merupakan lansia menurutnya butuh didampingi dengan pemantauan kesehatan jadi prioritas. Sebab pengawalan diperlukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sebelum dijemput para lansia yang akan melakukan perekaman terlebih dahulu diperiksa suhu tubuh. Pemakaian thermo gun untuk pemindaian suhu tubuh dilakukan sesuai prosedur tim gugus percepatan penanganan Covid-19. Selama proses perekaman para lansia terlebih dahulu diwajibkan mencuci tangan dengan sabun.

“Masker hanya dilepas saat proses perekaman karena harus difoto dengan wajah tanpa penutup muka,” beber Wawan.

Seno, warga RT 016 RW 005 Dusun Pepadu menyebut terbantu dengan fasilitas penjemputan yang dilakukan desa. Selama ini warga yang hidup sendiri tersebut merasakan pentingnya perekaman. Sebab KTP elektronik sangat diperlukan untuk pengurusan berbagai administrasi kependudukan.

Lihat juga...