Pemerintah Terbitkan Lima Seri SUN di Samurai Bonds

Editor: Koko Triarko

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko, Luky Alfirman, saat memberi keterangan pers di Jakarta, beberapa waktu lalu. –Dok: CDN

JAKARTA – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR), kembali mengumumkan, telah berhasil menerbitkan lima seri Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi Yen Jepang (YJP) atau Samurai Bonds, dengan total nilai JPY 100 miliar.

Lima seri tersebut antara lain; Seri RIJPY0723 senilai JPY 50,7 miliar, dengan tenor 3 tahun dan tingkat kupon 1,13 persen; Seri RIJPY0725 senilai JPY 24,3 miliar, dengan tenor 5 tahun dan tingkat kupon 1,35 persen; Seri RIJPY0727 dengan nilai JPY 10,1 miliar, dengan tenor 7 tahun dan tingkat kupon 1,48 persen; Seri RIJPY0730 dengan nilai 13,4 miliar, dengan tenor 10 tahun  dan tingkat kupon 1,59 persen; Seri RIJPY0740 dengan nilai 1,5 miliar, dengan tenor 20 tahun dan tingkat kupon 1,80 persen.

Dirjen PPR, Luky Alfirman, mengatakan Indonesia merupakan negara pertama (selain Jepang) yang menerbitkan SUN di pasar Samurai Bonds sepanjang 2020. Serta menjadi penerbitan pertama dari penerbit Asia setelah masa pandemi.

“Sejak merebaknya virus Covid-19 ke wilayah Amerika Utara dan Eropa sejak Februari 2020, setelah didahului penyebarannya di wilayah Asia, pasar keuangan global mengalami kejatuhan. Begitu pula dengan pasar keuangan Jepang. Tidak terlihat penerbitan obligasi di pasar keuangan Jepang sampai akhir Mei 2020,” terang Luky, di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Luky menyampaikan, bahwa keberhasilan Indonesia menerbitkan SUN Samurai Bonds merupakan momentum yang dapat menumbuhkan kepercayaan pasar Jepang dan potensial untuk diikuti oleh penerbitan obligasi lainnya di pasar Jepang.

“Dana yang diterima Pemerintah dari penerbitan Samurai Bonds ini akan digunakan sebagai pembiayaan defisit APBN, termasuk untuk upaya penanggulangan dan pemulihan pandemi Covid-19,” tukas Luky.

Selama tiga hari proses pemasaran SUN Samurai Bonds, pemerintah mengklaim permintaan cukup tinggi, baik yang datang dari investor Jepang maupun luar Jepang. Atas dasar itu, kata Luky, pemerintah memutuskan untuk mempersempit final guidance ke spread terendah dari initial guidance.

“Mempertimbangkan faktor-faktor tersebut serta kondisi pasar yang kondusif, Pemerintah memutuskan untuk menerbitkan Samurai Bonds sesuai target sebesar JPY100 miliar. Ini sekaligus memberi signal konsistensi pemerintah dalam menerbitkan di kisaran nominal JPY100 miliar, sejak pertama kali melakukan penerbitan Samurai Bonds melalui public offering,” pungkas Luky.

Lihat juga...