Penerbangan Kembali Dibuka di Sejumlah Kabupaten/Kota di Malut

TERNATE — Sejumlah maskapai penerbangan dari dan ke berbagai bandara kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut) telah dibuka, sebagai upaya membuka akses transportasi udara warga yang selama ini ditutup akibat pandemi COVID-19 dalam tiga bulan terakhir.

“Saat ini, untuk maskapai Wings Air kembali melakukan penerbangan untuk melayani masyarakat Halmahera timur melalui Bandara Buli sejak 30 Juni,” kata Aiport Manager Wings Bandara Buli, Zulkarnaen di Ternate, Minggu.

Menurut dia, untuk jadwal penerbangan tidak seperti pada waktu normal sebelumnya yang dibuka aktivitasnya setiap hari, tetapi untuk saat ini, pihaknya membuka tiga hari dalam sepekan yakni Senin, Rabu, dan Jumat.

Selain itu, untuk waktu masih sama yakni jam 15.00 WIT dari Ternate menuju Bandara Buli dan 15.40 WIT berangkat dari Bandara Buli ke Ternate dan untuk pelayanan juga dibuka untuk Buli-Manado.

Meskipun pelayanan hanya dibuka 3 hari dalam seminggu, tidak ada kenaikan harga tiket penumpang dari harga sebelum kegiatan operasi ditutup, sebab, harga tiket tidak mengalami kenaikan dan masih normal Seperi biasa, yakni dari Ternate ke Buli, Rp425.000 sedangkan dari Buli-Ternate Rp389.000.

Dia menyatakan, dengan dibuka kembali penerbangan Wings Air melalui bandara Buli, masyarakat sudah bisa menggunakan moda transportasi udara melalui Bandar Buli dan memang masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang waktu operasional, sehingga perlu disampaikan saat ini Wings Air sudah mulai melayani masyarakat Haltim.

Sementara itu, untuk memastikan keselamatan penumpang menggunakan maskapai Wings Air, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh penumpang dengan menyertakan Surat Keterangan Dokter dan hasil tes cepat.

“Kita berharap dengan dibukanya kembali kegiatan operasi Winga Air, bisa permudah masyarakat Haltim,” katanya.

Sementara itu, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sultan Babullah Ternate bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) berkomitmen mengawasi secara ketat protokol penumpang yang akan berangkat melalui Bandara Babullah Ternate dan diprioritaskan untuk penumpang khusus.

Kepala Bandara Sultan Babullah Ternate, Anwar Hamid menyatakan, telah menginstruksikan kepada seluruh petugas, tidak ada penumpang untuk mudik dan mereka pasti ditahan, sehingga maskapai harus taat dan patuh, kalau kedapatan penumpang mudik akan dikenai sanksi bagi maskapai hingga penghentian operasional.

Untuk saat ini, Bandara Babullah Ternate baru maskapai Lion Air yang melayani penerbangan dari Ternate – Manado – Jakarta dan diberlakukan bagi penumpang khusus.

Menurut Anwar, Bandara Sultan Babullah Ternate sendiri saat ini, telah menyiagakan posko dengan personel dari Petugas KKP, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Ternate dan Pemprov Malut, Kepolisian dan keamanan Bandara Babullah untuk melakukan penjaringan bagi penumpang khusus guna memastikan persyaratan telah terpenuhi secara keseluruhan baru diizinkan untuk melakukan check-in melakukan pemeriksaan secara ketat. [Ant]

Lihat juga...