Penerimaan Pajak Sektor Utama Merosot Tajam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini melaporkan realisasi APBN semester I tahun 2020 kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Salah satu yang paling mencolok dalam laporan tersebut adalah realisasi penerimaan pajak, yang secara umum mengalami kontraksi.

Secara umum, realisasi penerimaan perpajakan semester I 2020 mencapai RpRp624,9 triliun, angka ini lebih rendah sekitar 9,4 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp689,9 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, mengungkapkan, dari sisi sektoral, penerimaan perpajakan terlihat merosot tajam khususnya di bulan Mei dan Juni.

“Sektor Industri Pengolahan pada bulan Mei kontraksi hingga -45 persen dan -38 persen pada bulan Juni. Lalu sektor Perdagangan -40,7 persen (Mei) dan –21,2 persen (Juni). Kemudian Sektor Pertambangan -62,1 persen (Mei) dan -42,2 (Juni). Sektor-sektor ini merosot karena memang Covid-19 juga telah menghambat aktivitas ekspor-impor,” terang Menteri Keuangan, Kamis (9/7/2020) di Jakarta.

Lebih lanjut, sektor lainnya seperti Jasa Keuangan & Asuransi mengalami tekanan di angka -32,4 persen pada bulan Mei dan -11,3 persen pada bulan Juni. Untuk sektor Konstruksi & Real Estate juga mengalami hal serupa –20,9 persen di bulan Mei serta -12,8 persen pada bulan Juni.

“Meski masih kontraksi, namun kalau kita perhatikan sudah mulai ada perbaikan di bulan Juni. Bahkan dari catatan kami, untuk sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh positif di bulan Juni sekitar 9,3 persen,” jelas Menkeu.

Seperti diketahui sebelumnya, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020 pemerintah telah menetapkan target penerimaan perpajakan tahun 2020 ini sebesar Rp1.404,5 triliun, jauh lebih rendah dari target penerimaan pajak di tahun 2019, sebesar Rp1.865,7 triliun.

Lihat juga...