Penghijauan di Tepi Jalan Tol Trans Sumatera, Kurangi Polusi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Hanung Haninditio, Kepala Cabang PT Hutama Karya, pengelola Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggibesar sebut penghijauan dilakukan pada tepi jalan tol.

Sebagian ruas jalan tol yang telah ditanami dari kilometer 0 Bakauheni hingga Terbanggibesar. Jenis tanaman yang telah ditanam semenjak tol fungsional dan operasional memiliki fungsi penyerap polusi.

Hanung Haninditio, kepala cabang PT Hutama Karya saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (22/7/2020) – Foto: Henk Widi

Jenis tanaman yang sudah tumbuh subur di sejumlah titik di antaranya KM 18 meliputi tanaman akasia, sengon dan trembesi. Manfaat penghijauan sejumlah tanaman tersebut menurut Hanung jadi perhatian pengelola tol. Sejumlah titik rest area yang sedang dalam tahap penyelesaian di KM 21,KM 33 ditanami pohon penghijauan.

Keberadaan tanaman penghijauan memiliki dampak positif bagi penyerapan polusi kendaraan yang melintas. Upaya penanaman lebih banyak dilakukan oleh pengelola tol di sejumlah akses masuk gerbang tol. Sejumlah tanaman yang terlihat mulai menghijau berada di akses masuk Bakauheni di KM 0. Keberadaan pohon penghijauan akan ditambah dengan jenis yang beragam.

“Imbas pandemi Corona sejumlah program termasuk penghijauan di sepanjang area bahu jalan yang kosong ditunda namun sudah ada tanaman sengon dan trembesi,” terang Hanung Haninditio, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (22/7/2020).

Penghijauan di sejumlah titik area jalan tol ikut memberi andil bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi sumber pasokan oksigen keberadaan pohon menjadi sumber munculnya mata air.

Tungki salah satu warga Bakauheni menyebut memanfaatkan sumber air bersih di tanah area jalan tol. Sumber air bersih yang dimanfaatkan sebagai sumur bisa memenuhi kebutuhan warga saat kemarau.

Tungki dan sejumlah warga Bakauheni  berharap pengelola tol bisa menanam jenis pohon. Sebab saat musim kemarau yang diprediksi puncaknya pada Agustus mendatang warga kerap kesulitan air bersih. Penanaman pohon pada bahu jalan tol yang belum dibangun berfungsi untuk menghasilkan sumber air bersih.

“Fasilitas air bersih yang berada di tanah milik tol Sumatera memberi sumber penghidupan bagi warga,” terangnya.

Penanaman sejumlah pohon di area tol juga berdampak positif bagi aliran sungai di Bakauheni. Sebelumnya pada tahun 2016 hingga 2017 area tol yang belum ditanami berimbas material tanah terbawa ke sungai. Imbasnya aliran sungai Gubuk Seng, Kubang Gajah dan sungai Pegantungan dipenuhi sedimen padas dan pasir. Setelah penanaman pohon aliran air sungai kembali normal dari tahun 2019 hingga 2020.

Area terbuka di sepanjang ruas tol Bakauheni-Terbanggibesar sebagian jadi tempat mencari pakan hijauan. Sejumlah area yang berada di dekat sungai di antaranya Way Asahan, Way Katibung dimanfaatkan warga untuk mencari pakan ternak.

Sebagian area Jalan Tol Trans Sumatera dimanfaatkan warga untuk mencari pakan ternak sapi, kerbau dan kambing, Rabu (22/7/2020) – Foto: Henk Widi

Hasan, salah satu warga menyebut penghijauan yang dilakukan oleh pengelola tol berguna untuk mengurangi polusi asap kendaraan.

“Selain itu area yang tidak dipakai untuk penggembalaan bisa menjadi sumber penghasil pakan hijauan berupa rumput,” terang Hasan.

Sebagian warga meski dilarang menggembalakan ternak kerbau dan sapi tetap masuk ke area milik tol. Meski dilakukan pelarangan oleh petugas sebagian pemilik ternak beralasan kondisi ternak selalu terikat dengan tali.

Sejumlah pagar kawat pembatas bahkan masih bisa dilintasi oleh ternak. Lahan penggembalaan di area tol jadi lokasi merumput ternak imbas lahan sawah ditanami padi.

Lihat juga...