Pengungsi Bencana Alam di Cigobang Lebak Butuh Air Bersih

Masyarakat pengungsi korban bencana alam yang tinggal di hunian sementara (huntara) Cigobang Kecamatan Lebakgedong Kabupaten Lebak – foto Ant

LEBAK – Masyarakat pengungsi, korban bencana alam yang tinggal di hunian sementara (huntara) Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak Provinsi Banten, membutuhkan sarana air bersih.

Khususnya untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK). “Kami saat ini menggunakan kondisi air kotor dan tidak layak dikonsumsi,” kata Sudin (35), warga pengungsi huntara Cigobang Kecamatan Lebakgedong, Rabu (15/7/2020).

Masyarakat yang tinggal di huntara I Cigobang saat ini ada sekira 86 Kepala Keluarga (KK). Mereka saat ini menggunakan air kotor dan kurang bersih. Hal itu berpotensi menimbulkan berbagai penyakit menular, seperti diare dan gatal-gatal.

Karena itu, warga meminta pemerintah daerah segera mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga korban bencana banjir dan bandang yang melanda di awal 2020 lalu tersebut. “Kami sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk keperluan MCK dan wudhu untuk melaksanakan ibadah salat,” jelasnya.

Iyan (60), Ketua Dusun Cigobang menyebut, warganya sudah selama lima bulan tinggal pengungsian, dengan kondisi tidak layak huni. Selain kondisi air kotor, juga tenda yang dibangun saat ini sudah dalam kondisi bocor jika musim hujan dan saat siang hari warga kepanasan.

Sebagian besar tenda huntara tersebut dibangun dengan plastik terpal dan hamparan bambu. Kondisinya sudah tidak nyaman bagi keluarga yang meninggalinya. “Kami berharap pemerintah daerah segera membangun sarana air bersih juga membangun tenda-tenda huntara itu dengan layak huni,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...