Gairah Bersepeda Kembali Warnai TMII

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Gairah bersepeda kembali muncul dan mewarnai Taman Mini Indonesia Indah (TMII) , setelah tiga bulan miniatur Indonesia ini tutup sementara, sesuai anjuran pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19.

Gatot dan Khoir, olahraga keliling TMII dengan bersepeda melintasi Monumen Persahabatan Negara Nonblok dan Museum Migas TMII, pada Minggu (5/7/2020). Foto:Sri Sugiarti

Pada 20 Juni 2020 menuju tatanan baru atau new normal, TMII kembali dibuka.Sejak itu pula wisatawan ramai mengunjungi wahana kebudayaan bangsa yang dibangun atas prakasa ide cemerlang Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto.

Seperti terlihat pada Minggu (5/7/2020) dari mulai pintu masuk TMII terlihat pengunjung mengantri, kebanyakan dari mereka adalah bersepeda.

Ada yang bersepeda bersama keluarganya, sahabat dan komunitas. Seperti, Komunitas Gowesser Spring Garden Residence.

Komunitas ini sudah merencanakan kedatangannya ke TMII pada Minggu (5/7/2020).

“Goes kita hari ini cuma keliling TMII, kita kompak. Tujuannya untuk fun bike family saja. Karena anggota komunitas ini kan warga perumahan Spring Garden Residence, Jatimurni, Bekasi,” ujar Jacky Wildan, anggota Gowesser Spring Garden Residence kepada Cendana News ditemui di TMII, Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Kedatangan mereka ke miniatur Indonesia ini untuk menikmati udara segar TMII, yang masih rindang pepohonan.

“Keliling Indonesia kecil, nikmati udara segar sambil lihat ragam budaya daerah. Kan ada anjungan daerah, museum dan lainnya,” ujarnya.

Pengunjung lainnya yaitu Khoir, warga Jatimekar, Bekasi, bersepeda ke TMII bersama temannya bernama Gatot. Mereka tiba di TMII sekitar pukul 06.30 WIB, dengan keberangkatan dari rumahnya pukul 06.00 WIB.

Mereka goes keliling TMII, dengan tujuan untuk olahraga sambil menikmati pemandangan Indonesia mini yang berbalut udara segar.

“Sebelum pandemi Covid-19, kita sering goes di TMII. Tapi saat TMII tutup sementara, aktivitas goes di sini tidak lagi dilakukan. Ini baru pertama kali goes lagi di TMII, udaranya segar banget,” kata Khoir kepada Cendana News.

Khoir mengaku sebelum Covid-19, aktivitas goes kerap dilakukan baik itu sendirian maupun bersama komunitas sepeda Jatimekar.

“Sabtu-Minggu itu kita rutin goes kadang ke TMII, Summarecon Bekasi dan Kota Wisata,” ujarnya.

Menurutnya, sekarang ini masyarakat sudah sadar berolahraga sepeda. Hal ini dengan terlihat antusias masyarakat berkunjung ke TMII dengan naik sepeda pribadinya dari rumah.

Bahkan menurutnya lagi, hingga malam di jalan raya masih terlihat masyarakat bersepeda. Hingga kata dia, kalau diadakan event atau lomba goes sangat bangus untuk membangkitkan pola hidup sehat.

“TMII juga bisa ngadain event goes, pasti banyak peminatnya, ramai,” ujarnya.

Gatot juga sangat antusias goes keliling TMII. Namun demikian Gatot menyayangkan para penggoes ini harus bayar tiket masuk TMII. Karena menurutnya, sejak dulu di pagi hari ketika masyarakat atau komunitas sepeda goes di TMII itu tidak dikenakan biaya tiket alias gratis.

“Kalau bisa bagi pesepeda di saat pagi goes di TMII, dan pengunjung lainnya yang olahraga jalan pagi, itu spesial nggak bayar. Kalau Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto tahu dikenakan tiket bisa marah ini. Ya karena sejak dulu kalau ke TMII pagi-pagi olahraga itu kan masuknya gratis,” ungkapnya.

Khoir pun menimpali Gatot. Bahwa menurutnya, TMII ini merupakan wahana budaya untuk rakyat yang ketika pagi masyarakat berolahraga pagi sejak dulu memang tidak dikenakan biaya masuk.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas TMII, Sahda Silalahi mengatakan, sejak TMII kembali dibuka pada 20 Juni lalu, pengunjungnya terus berdatangan. Memang diakui dia, pengunjungnya lebih banyak yang bersepeda.

“Pengunjungnya kebanyakan pesepeda, mereka sangat antusias sekali. Bahkan hari ini lebih banyak dari pekan lalu yang bersepeda santai di TMII,” kata Sahda.

Berdasarkan data pada pukul 12.00 WIB siang tadi, pengunjung taman wisata budaya seluas 150 hektare ini sudah dikunjungi sebanyak 9.869 orang.

“Minggu ini hingga pukul 12.00 WIB tercatat 9.869 pengunjung. Bahkan hari Minggu lalu sudah mencapai batas maksimal kan selama pandemi Covid-19, 20 ribu pengunjung. Nah Minggu kemarin sudah 19 ribuan pengunjung,” imbuhnya.

Sahda berharap masyarakat terus tertarik untuk berkunjung ke TMII dengan tetap taat menjalankan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah selama new normal ini.

Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung TMII pada hari libur mencapai lebih dari 30 ribu pengunjung.

Dalam masa transisi new normal ini, Sadha memastikan bahwa protokol kesehatan dengan ketat tetap dijalankan di lingkungan TMII. Hal ini dilakukan guna mencegah penularan Covid-19.

Dari mulai pintu gerbang masuk TMII, petugas siaga mencek suhu tubuh pengunjung. Begitu juga saat berada di area TMII, pengunjung kembali di periksa suhu tubuhnya. Demikian pula saat mereka akan memasuki anjungan daerah atau museum, semua petugas kembali memeriksa suhu tubuh mereka.

Selain itu, hal terpenting lainnya adalah mereka dinggatkan untuk tetap memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak.

“Fasilitas cuci tangan kita sediakan mulai di pintu gerbang, anjungan dan museum. Cek suhu tubuh juga, ada pos kesehatan di area parkir utara TMII. Pokoknya kami sangat ketat terapkan protokol kesehatan baik itu kepada petugas atau karyawan kami maupun pengunjung,” pungkasnya.

Sementara itu, kata Sahda, untuk waktu operasional TMII mengalami perubahan. Yang biasanya sebelum pandemi Covid-19 waktu operasional TMII pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Namun kini, operasional TMII buka pelayanan penjualan tiket pukul 08.00-16.00 WIB, dan tutup operasional sore pukul 18.00 WIB.

Lihat juga...