Penjualan Obligasi Negara ORI017 Pecahkan Rekor Tertinggi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Penjualan Obligasi Negara Ritel seri 017 (ORI017) yang telah ditutup pada Kamis (9/7/2020) lalu, berhasil memecahkan rekor penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel tertinggi sejak dijual secara online di tahun 2018, baik secara nominal, jumlah total investor maupun jumlah investor baru.

“Total volume pemesanan pembelian ORI017 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp18,336.042.000.000,00 (delapan belas triliun tiga ratus tiga puluh enam miliar empat puluh dua juta rupiah). Ini adalah rekor tertinggi penjualan SBN jenis ritel,” terang Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Luky Alfirman, Senin (13/7/2020) di Jakarta.

Luky menyebutkan, bahwa jumlah investor terbesar yang membeli ORI017 berasal dari kelompok generasi milenial, yaitu sebanyak 18.452 investor atau 43 persen dari total investor sebesar 42.733. Selain itu, porsi investor dari kelompok generasi Z yang merupakan usia pelajar juga meningkat dibandingkan pada penerbitan ORI di tahun sebelumnya.

“Data ini menumbuhkan optimisme bahwa dengan semakin banyaknya generasi muda yang berinvestasi di SBN, maka pasar SBN ke depan akan semakin tumbuh dan sustainable karena basis investor di dalam negeri yang semakin kuat,” ujar Luky.

Dana hasil penjualan ORI017 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, termasuk untuk program penanggulangan dan pemulihan dampak pandemi Covid-19.

Selain, Plt Direktur SUN DJPPR, Deni Ridwan, mengungkapkan alasan mengapa ORI017 tetap menjadi buruan masyarakat meski ditawarkan di tengah kondisi pandemi yang penuh ketidakpastian.

“Tingginya animo masyarakat tersebut dipengaruhi berbagai aspek, antara lain; aspek keamanan karena ORI merupakan produk investasi yang diterbitkan Pemerintah sehingga terjamin pembayaran pokok dan kuponnya serta ditawarkan dengan imbal hasil yang menarik; lalu aspek kenyamanan karena di tengah kondisi pembatasan sosial, proses pemesanan ORI017  dapat dilakukan secara online,” tandas Deni.

“Dan yang tidak kalah penting adalah aspek kepedulian sosial sebagai bentuk dukungan masyarakat untuk bergotong-royong bersama Pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19,” sambung Deni.

Lebih lanjut, Deni menyampaikan, bahwa seperti halnya penerbitan SBN ritel online sebelumnya, pada penerbitan kali ini Mitra Distribusi (Midis) yang mendukung penjualan ORI017 terdiri dari bank umum, perusahaan efek serta perusahaan financial technology (fintech).

Berdasarkan catatan DJPPR, Midis bank masih menguasai market share penjualan ORI017, baik dari nominal maupun jumlah investor masing-masing sebesar 98,5 persen dan 92,6 persen.

“Namun demikian, dari sisi jumlah investor, porsi midis fintech menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan pada penerbitan ORI sebelumnya yaitu dari 7,8 persen meningkat menjadi 11,9 persen,” pungkas Deni.

Lihat juga...