Penuhi Kebutuhan Harian, Warga Tanah Bumbu Diharapkan Optimalkan Pekarangan Rumah

TANAH BUMBU  – Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sudian Noor, mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran dan tanaman obat-obatan.

“Mari kita manfaatkan lahan di sekitar rumah dengan menanam sayuran dan rempah-rempah lainnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Bupati di Batulicin, Kalsel, Kamis.

Dikatakan, Pemkab Tanah Bumbu mempersiapkan bibit tanaman yang diperlukan masyarakat, yang jumlahnya sekitar 14.000 bibit dan akan dibagikan secara gratis kepada warga yang terdampak virus corona.

Bibit yang dibagikan nanti terdiri atas cabai, terong, tomat. Sedangkan tanaman obat keluarga (toga) berupa bibit serai, lengkuas, kencur kunyit, dan jahe.

Menurut Bupati, pekarangan adalah lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Lahan ini jika dipelihara dengan baik akan memberikan lingkungan yang menarik nyaman dan sehat serta menyenangkan sehingga membuat penghuninya betah tinggal di rumah.

Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sesuai dengan selera dan keinginan masing-masing. Misalnya dengan menanam tanaman bermanfaat seperti buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan.

“Secara tidak langsung apa yang menjadi kebutuhan dapur sehari-hari akan terpenuhi dengan adanya tanaman yang ada di pekarangan rumah kita sehingga, akan mengurangi biaya hidup dan hidup akan lebih hemat,” ujarnya.

Bukan hanya itu, menanam tanaman produktif di pekarangan akan memberi keuntungan ganda, salah satunya adalah kepuasan jasmani dan rohani.

Diungkapkan Bupati, kunjungan ini adalah bentuk silaturahmi, karena di balik silaturahmi ada keberkahan yang akan hadir.

Terkait pandemi COVID-19 lanjut dia, setiap musibah pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya.

“Pemerintah menyarankan di rumah saja. Tapi, kalau di rumah tanpa melakukan aktivitas yang bermanfaat, berarti tidak mendapatkan hikmahnya,” katanya lagi.

Pembinaan yang dilakukan dalam pemanfaatan pekarangan seperti saat ini bisa diintegrasikan dengan wisata yang ada di desa.

“Jadi, mereka yang berkunjung ke pantai sekalian singgah dan mendapat oleh-oleh untuk dibawa pulang dari hasil pemanfaatan pekarangan,” ujar Bupati. (Ant)

Lihat juga...