Perbaiki Jalur Evakuasi Merapi, Pemprov Jateng Anggarkan Rp14 Miliar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Pemprov Jateng mengucurkan dana sebesar Rp 14 miliar untuk perbaikan jalur evakuasi Gunung Merapi di kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang hancur. Di kecamatan tersebut ada tiga jalur evakuasi yang rusak, yakni di desa Tegalmulyo, desa Tlogowatu dan desa Sidorejo.

“Tadi saya ke lokasi. Memang kondisinya rusak parah, padahal jalur evakuasi ini penting, seiring dengan fase intrusi baru Gunung Merapi. Setelah dicek, kondisi jalannya sudah hancur karena jadi perlintasan truk penambang galian C,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di rumah dinas, Puri Gedeh Semarang, Rabu (8/7/2020).

Diterangkan, di desa Tegalmulyo kerusakan terjadi di jalan utama desa tersebut sampai Pasar Suworono di desa Tlogowatu. Itu merupakan jalur evakuasi sisi barat Gunung Merapi.

Namun kerusakan paling parah terdapat di dusun Deles, desa Sidorejo, kecamatan Kemalang. Karena selama ini jalur evakuasi tersebut sekaligus jadi jalan utama penambang galian C.

“Saya keberatan kalau jalur evakuasi ini dijadikan satu dengan jalur truk-truk tanah galian C. Maka saya minta untuk dievaluasi,” terangnya.

Diterangkan, ada tiga wilayah di Jateng, yang masuk kategori rawan jika Gunung Merapi erupsi, yakni Kabupaten Klaten, Boyolali dan Magelang. Dirinya pun memerintahkan untuk dilakukan simulasi penanganan bencana, agar jika Merapi benar-benar erupsi, masyarakat sudah siap.

“Kalau warga sebenarnya sudah siap, cuma ini kan suasananya lagi covid. Harus ada latihan evakuasi. Juga harus ada tambahan tenaga medis yang bisa menjelaskan ini ke masyarakat saat mengungsi,” tandasnya.

Ganjar mengatakan untuk latihan evakuasi tersebut bakal dilakukan secepatnya. Karena dirinya juga masih menunggu beberapa hal tuntas dikerjakan, termasuk jalur evakuasi.

“Maka kita akan buat simulasi dalam waktu dekat. Bagaimana cara mengungsi dan memastikan shelternya baik. Shelter baik itu adalah yang sesuai protokol kesehatan covid. Kalau itu kita siapkan, maka masyarakat akan peduli,” tandasnya.

Tidak hanya manusia, dalam simulasi evakuasi tersebut juga akan melibatkan ternak warga. Belajar dari pengalaman sebelumnya, banyak warga yang sudah mengungsi namun kembali ke rumah, karena hewan ternak milik mereka ditinggal.

“Ternak ini masuk evakuasi. Karena sesuai pengalaman, kalau ternak ditinggal akan memancing masyarakat untuk kembali. Padahal situasinya belum aman,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas PU Jateng, Hanung Triono, memaparkan, terkait pembangunan jalur evakuasi Gunung Merapi, pihaknya segera akan mengerjakan.

“Targetnya Juli ini sudah mulai dibangun, untuk jalur evakuasi yang akan dibantu Pemprov Jateng mulai dari desa Tegalmulyo sampai Tlogowatu. Total panjang jalur sekitar 5 kilometer,” paparnya.

Anggaran yang digunakan senilai Rp 14 miliar, yang bersumber dari APBD Jateng. “Kita juga akan koordinasi dengan Pemkab Klaten, terkait jalur evakuasi yang selama ini digunakan untuk jalur truk, agar ditemukan solusinya,” pungkasnya.

Lihat juga...