Perbasi Bekasi Asah Stamina Atlet di Tengah Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Bekasi, Jawa Barat, tetap gencar melakukan kegiatan aktivitas latihan di tengah Pandemi Covid-19. Hal tersebut bentuk persiapan menyambut kejuaraan seiring penerapan new normal di sejumlah wilayah Jabar.

“Di tengah Pandemi Covid-19 atlet basket Kota Bekasi tetap melakukan pelatihan secara mandiri. Seperti mengasah skill dengan latihan bersama klub masing-masing,” ungkap Agus Irianto, Sekretaris Perbasi Kota Bekasi, dikonfirmasi Cendana News, Jumat (10/7/2020).

Dikatakan, dalam menjaga stamina atlet, Perbasi memiliki program khusus, tetapi tidak melibatkan banyak pihak dalam mencegah terjadi kerumunan. Atlet masih tetap berlatih sebagai persiapan menghadapi kejuaraan.

Menurutnya, meskipun tanpa kejuaraan dengan berlatih menjadi salah satu cara menjaga stamina dan menambah skill bermain. Karena dalam basket tidak hanya stamina tetapi lebih kepada skill yang harus dilatih rutin. Dalam hal ini, Perbasi menugaskan atlet terus berlatih di tempat khusus.

“Atlet basket di bawah binaan Perbasi dari beberapa klub ada 40-an atlet. Mereka dibagi dua tim perempuan dan laki-laki,” jelasnya.

Atlet tersebut hasil rekrutan dari beberapa sekolah ataupun klub basket di wilayah Kota Bekasi dengan umur 18 tahun. Mereka masuk sebagai atlet basket junior, yang diseleksi secara terbuka.

Meskipun sekarang, belum ada informasi kejuaraan. Perbasi tetap mempersiapkan diri bentuk antisipasi sewaktu-waktu ada pembukaan kejuaraan baik di tingkat kota maupun provinsi dengan penerapan new normal seperti sekarang.

“Setiap atlet yang diikutkan dalam kejuaraan tentunya sudah melalui seleksi internal. Mereka akan diadu antar-klub, dan  mereka yang terbaik dari hasil penilaian akan dibina untuk diikutkan pada kejuaraan,” jelasnya.

Perbasi Kota Bekasi juga membuka seleksi secara umum seperti melakukan panggilan melalui klub-klub serta sekolah  yang ada.

“Kita itu terakhir bulan Juni kemarin baru mengizinkan bertahap untuk sistem latihannya, seperti sarana juga dibuat bertahap dulu. Jadi belum full latihannya, maka dibuat bertahap dululah latihannya, sehingga tidak menimbulkan gejala Covid 19 yang baru,” tutupnya.

Lihat juga...