Perkampungan Ternak Sapi di Kranggan Lembur Masih Terjaga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Banyak yang belum tahu bahwa di Kota Bekasi, Jawa Barat, masih tersisa perkampungan ternak sapi. Sejak dahulu hingga sekarang budidaya ternak di kampung itu terjaga secara turun temurun.

Adalah Kampung Kranggan Lembur, di RT/RW 01/04, Kelurahan Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, adalah satu kawasan yang didikenal sebagai kampung ternak. Tak heran, kampung itu juga sekarang dikenal sebagai Blok Sapi, karena mayoritas penghuninya berprofesi sebagai peternak sapi.

Bedanya dulu warga setempat memelihara hewan ternak baik sapi, kambing atau lainnya sebagai milik sendiri. Tapi seiring waktu bergeser saat ini warga di Blok Sapi, hanya memelihara hewan ternak titipan orang dengan sistem bagi hasil.

Terlihat Ana, ibu muda di Blok Sapi tengah membersihkan kandang dan memberi pakan puluhan sapi peliharaannya yang berada di tengah pemukiman mereka. Sepertinya bagi warga setempat keberadaan aneka hewan ternak sudah biasa.

Ana saat dijumpai Cendana News mengaku Blok Sapi sudah dihuni secara turun temurun, Senin (6/7/2020). – Foto: Muhammad Amin

“Kami semua di Blok Sapi sini mayoritas beternak sejak turun temurun sampai sekarang. Bedanya  zaman orang tua dulu, masih pelihara hewan sendiri. Tapi sekarang kami, hanya dititipi dengan sistem bagi hasil,” ujar Ana, salah seorang peternak kepada Cendana News, Senin (6/7/2020).

Diakuinya, satu keluarga mengurus beberapa ternak dengan bagi hasil. Bekerjanya pun dibagi, suami Ana, bertugas mencari rumput, bersama peternak lainnya. Sedang ibu-ibu mengurus kandang, membersihkan, menyiram dan memberi makan hewan ternak.

Setiap memasuki Iduladha, adalah masa panen bagi warga Blok Sapi. Banyak pembeli datang dari berbagai daerah untuk membeli sapi guna keperluan kurban. Adapun jenis sapi yang dipelihara mereka semua adalah jenis sapi kampung atau Limosin. Mereka tidak memelihara sapi Bali.

“Sapi di Blok kami, berkualitas unggulan karena terpelihara dengan baik dan selalu diperiksa dokter. Selain sapi juga ada kambing atau ayam,” jelas Ana.

Menjelang Iduladha 1441 H, Ana mengakui bahwa harga sapi yang ditawarkan masih standar mulai dari Rp21 juta sampai Rp30 juta. Harga sebenarnya mengikuti berat sapi, sama seperti umumnya. Untuk harga Ana menyebut masih bisa nego.

Wawan warga lain mengakui bahwa Blok Sapi di wilayah Kranggan memang sudah dikenal secara turun temurun. Bagi sebagian warga Kota Bekasi terutama wilayah Jatisampurna, Blok Sapi sudah tidak asing bagi mereka.

“Dulu Kawasan sini, dikelilingi areal persawahan atau perkebunan warga. Tapi sekarang sawah sudah berubah jadi bangunan. Tapi kampung ternak atau sekarang dikenal Blok Sapi masih tersisa,”ujarnya.

Blok Sapi awal mula dikenalkan oleh  Olot Kiman, sebagai sesepuh yang awalnya membuka areal tersebut. Tahun 1970-an di kompleks tersebut hanya ada beberapa rumah, yang dihuni satu keluarga yakni Olot Kiman. Hingga sekarang tetap bertahan tapi dilanjutkan oleh anak dan cucu Olot Kiman.

Pantauan di lokasi, saat memasuki Blok Sapi di Kranggan Lembur, maka terlihat kanan kiri kandang dengan puluhan ekor sapi. Ada juga di samping rumah terdapat kandang kambing, ayam atau jenis hewan ternak lainnya.

Untuk mengambil pakan hewan ternak dilakukan cara gotong royong menggunakan satu kendaraan ke berbagai tempat untuk mencari rumput dengan sistem jadwal.

Kampung Kranggan Lembur, terlihat masih rimbun, banyak pepohonan di sekitar kompleks Blok Sapi, lokasinya tidak jauh dari kompleks Eraska. Sebenarnya tak jauh dari lokasi tersebut dekat dengan wilayah Cibubur kawasan perbatasan antara Bogor, Depok dan Jakarta.

Lihat juga...