Permintaan Hewan Kurban Meningkat Untungkan Pengusaha Ekspedisi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Permintaan hewan untuk kebutuhan hari raya Idul Adha atau hari raya kurban yang meningkat memberikan keuntungan bagi pengusaha ekspedisi.

Dedi, pengemudi ekspedisi pengiriman ternak sapi asal Lampung tujuan Banten saat berhenti di Bakauheni, Sabtu (4/7/2020). Foto: Henk Widi

Sugiyono, pemilik jasa ekspedisi CV Dian Jaya menyebut pengiriman hewan ternak meningkat sejak awal Juli. Sebelumnya pada hari biasa dalam sehari kendaraan pengangkut hewan ternak mencapai 5 unit per hari, kini mencapai 10 unit per hari.

Rata rata kendaraan tersebut mengangkut hewan jenis kambing PE, kacang dan rambon. Jenis sapi yang diangkut meliputi peranakan ongole, brahman limousin hasil usaha penggemukan (feedloter) di Lampung. Setiap kendaraan pengangkut kambing rata rata membawa sebanyak 30 ekor dan sapi sebanyak 20 ekor.

Meski mulai meningkat, Sugiyono menyebut dibanding tahun 2019 pengiriman hewan ternak lebih sedikit. Pandemi Covid-19 menurutnya jadi faktor penurunan jumlah permintaan hewan kurban.

“Jasa pengiriman hewan ternak untuk kebutuhan hari raya kurban mulai meningkat memberi keuntungan bagi pemilik usaha ekspedisi karena pengemudi akan meminta dibelikan tiket secara online sebelum menyeberang dengan kapal,” terang Sugiyono saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (4/7/2020).

Sugiyono menambahkan jasa ekspedisi ikut mendukung sumber penghasilan bagi pengurus jasa penyeberangan. Sebab mata rantai distribusi yang lancar memberi sumber penghasilan bagi sektor usaha lain.

Dedi, pengemudi truk ekspedisi menyebut sepekan melakukan pengiriman sapi peranakan ongole dua truk. Pada pekan pertama Juli ia menyebut kebutuhan sapi masih didominasi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Pesanan sapi hidup berasal dari rumah potong hewan (RPH) yang ada di Tangerang dan Jakarta. Satu kali pengiriman sebanyak 20 ekor dibawa dari Lampung.

“Kebutuhan untuk hewan kurban masih separuhnya, sebagian untuk rumah makan, pembuatan bakso,” cetusnya.

Permintaan sapi untuk kurban menurut Dedi akan mulai terjadi pada pertengahan bulan. Sebab hari raya kurban akan jatuh pada 31 Juli mendatang. Permintaan yang meningkat membuat ia bisa melakukan pengiriman selama tiga kali dalam sepekan. Jarak yang dekat dan perjalanan malam hari membuat ia bisa lebih cepat tiba di tujuan lalu kembali lagi ke Lampung.

Setiap ekor sapi yang dibawa menurutnya telah diberi nomor. Sebelum pengiriman melalui pelabuhan Bakauheni ia harus melaporkan dokumen surat kesehatan hewan,jumlah sapi ke balai karantina pertanian wilker Bakauheni. Rata rata perekor sapi siap potong akan dijual ke RPH dengan harga Rp20 juta hingga Rp23j uta menyesuaikan bobot sapi yang telah ditimbang.

Proses pembelian tiket kapal menurut Dedi akan dilakukan oleh jasa pengurus. Sistem deposit dilakukan oleh perusahaan pengiriman sapi yang merupakan milik feedloter. Sesuai dengan golongan kendaraan sekali menyeberang truk pengangkut sapi membeli tiket seharga Rp2juta.

“Empat kilometer sebelum tiba di pelabuhan Bakauheni saya sudah menelpon pengurus dan tiket sudah dibelikan,” cetusnya.

Pemilik ternak kambing asal Pringsewu bernama Udin menyebut mengirim 30 ekor sapi per pekan. Permintaan ternak kambing jenis kacang, rambon dominan berasal dari pemilik usaha rumah makan. Kebutuhan untuk pembuatan sop, sate dan gulai masih mendominasi. Pada pertengahan bulan jelang Idul Adha ia memastikan kambing akan didominasi untuk kebutuhan hewan kurban.

Harga kambing perekor menurutnya mencapai Rp1,7 juta hingga Rp2 juta. Sebagian konsumen merupakan pelanggan tetap sehingga harga tetap stabil. Namun mendekati Idul Adha harga kambing bisa mencapai Rp2,3 juta hingga Rp2,5juta. Masa pandemi Covid-19 menurutnya tidak mempengaruhi pengiriman kambing. Sebab daging jadi salah satu kebutuhan pokok untuk konsumsi.

Lihat juga...