Perpusnas: Perpustakaan Jadi Wahana Pembelajaran Masyarakat

JAKARTA — Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Dr Joko Santoso MHum mengatakan ke depan perpustakaan tidak hanya menjadi pusat pengetahuan tapi wahana pembelajaran masyarakat.

“Perpusnas terus melakukan terobosan dalam upaya peningkatan budaya gemar membaca dan literasi masyarakat Indonesia. Terobosan utama melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Joko saat kunjungan media di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Dia menambahkan kegiatan prioritas nasional itu diarahkan agar perpustakaan menjadi pusat pengetahuan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat masyarakat.

“Perpustakaan sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, dan perpustakaan sebagai pusat pemajuan kebudayaan yang berorientasi pada pewarisan nilai dan pelestarian khazanah intelektual bangsa,” jelas dia.

Perpusnas, kata dia, akan terus berkontribusi memasok berbagai pengetahuan dan meningkatkan literasi masyarakat. Tidak dapat lagi hanya mengandalkan layanan di tempat (onsite) tapi mengintensifkan layanan daring.

Layanan daring Perpusnas yakni layanan perpustakaan digital i-Pusnas dengan koleksi sejumlah 52.859 judul buku digital dalam jumlah 635.377 salinan. Kemudian fitur live chat Tanya Pustakawan. Fitur itu tersedia di portal Perpusnas, perpusnas.go.id. Selanjutnya layanan daring International Standard Book Number (ISBN) Online.

Joko menjelaskan indeks kegemaran membaca masyarakat mengalami peningkatan. Pada 2018, indeks kegemaran membaca yakni 52,92, sementara pada 2019 dengan nilai 53,84 (kategori sedang). Indikator kegemaran membaca mengukur tiga hal yakni frekuensi membaca per minggu, lama waktu membaca per hari, dan jumlah buku dibaca per tiga bulan terakhir.

“Meningkatnya indeks kegemaran membaca berkorelasi dengan ekstensifikasi layanan perpustakaan melalui layanan mobil perpustakaan keliling (MPK), bantuan bahan bacaan, safari budaya baca, pengangkatan duta baca daerah dan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga perpustakaan daerah dan pegiat literasi,” kata dia lagi.

Sejak 2019, Perpusnas juga telah meningkatkan kualitas fasilitas layanan perpustakaan umum provinsi dan kabupaten/kota dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan Subbidang Perpustakaan

Modernisasi layanan itu dalam mendukung transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Dengan kegiatan ini perpustakaan berhasil menjadi ruang publik untuk berbagi pengalaman, belajar kontekstual dan berlatih keterampilan dan kecakapan kerja bagi masyarakat,” terang Joko lagi. (Ant)

Lihat juga...