PLS Digelar Online, Siswa ke Sekolah Hanya Ambil Buku Pelajaran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah sekolah di Yogyakarta menerapkan sistem online untuk menggelar Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) atau yang dulu lebih dikenal dengan MOS (Masa Orientasi Siswa) bagi siswa baru. PLS online digelar melalui Belajar dari Rumah (BDR) sesuai ketentuan pemerintah dalam meminimalisir kerumunan di masa pandemi Covid-19.

Meski begitu, setiap siswa tetap diminta datang ke sekolah pada hari pertama penyelenggaraan PLS. Sistem sif diterapkan bagi seluruh siswa dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu tubuh, pemakaian masker, cuci tangan dengan sabun hingga menjaga jarak atau physical distancing.

“Pengenalan Lingkungan Sekolah digelar selama 3 hari. Pada hari pertama siswa kita minta datang ke sekolah untuk menerima materi pengenalan fisik dan berkenalan dengan guru. Sementara hari kedua dan ketiga PLS digelar dengan sistem BDR atau online,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Galur Kulonprogo, Sugeng Winadi, Kamis (16/7/2020).

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Galur Kulonprogo, Sugeng Winadi, dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Sugeng menyebut pada hari pertama PLS, siswa di setiap rombel diminta datang bergiliran sesuai jadwal. Dari 128 siswa baru yang terbagi dalam 4 rombel, ada 2 pembagian yang dilakukan. Yakni pada pagi dan siang hari. Sehingga pada saat penyampaian materi, satu ruangan kelas hanya berisi sebanyak 15 orang siswa saja.

Sementara itu hal yang sama juga dilakukan untuk siswa kelas 8 dan 9. Seluruh siswa mengikuti PLS selama 3 hari secara online. Mereka hanya masuk pada hari pertama untuk mengambil buku paket sekolah serta mengembalikan rapor. Pembatasan jumlah siswa saat masuk serta penerapan protokol kesehatan juga diterapkan.

“Untuk siswa kelas 8 dan 9 juga sama. Mereka hanya masuk 1 hari untuk ambil buku paket sebagai sumber belajar di rumah. Setelah itu semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara BDR atau online. Untuk masa awal ini kita berikan materi kepramukaan,” ujarnya.

Setelah seluruh rangkaian PLS selesai dilakukan, maka selanjutnya proses pembelajaran akan tetap dijalankan secara online atau BDR hingga waktu yang belum ditentukan. Hal itu tak lepas karena wilayah Kulonprogo hingga saat ini masuk dalam zona kuning Covid-19 sehingga siswa belum diperbolehkan untuk belajar di sekolah.

“Kita belum tahu sampai kapan proses pembelajaran secara BDR ini diterapkan. Karena kita hanya mengikuti dan menjalankan kebijakan pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan. Kemungkinan jika situasi Covid-19 ini sudah mulai membaik, siswa akan mulai masuk kembali dengan pembatasan-pembatasan,” ungkapnya.

Lihat juga...