PNM Selamatkan Ribuan UMK Sumbar Terdampak Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM tetap berupaya memberdayakan pelaku usaha ultra mikro dan usaha mikro dan kecil (UMK) di tengah pandemi COVID-19 melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha Online (PKU Online).

Pemimpin PT PNM Cabang Padang, Yulia Vitria Yohannes, mengatakan, di tengah pandemi PT. PNM tetap melaksanakan pelatihan namun pelaksanaannya dilakukan secara virtual. Hingga Juni 2020, tercatat sebanyak 80 kali kegiatan pengembangan usaha di Sumatra Barat, yang dihadiri oleh sebanyak 1.601 nasabah.

Ia menjelaskan sedangkan jumlah keseluruhan nasabah per Juni 2020 mencapai angka sebanyak 133.720. Jumlah ini memang jauh dari pencapaian tahun 2019 dimana kala itu telah dilaksanakan pelatihan sebanyak 100 kali dengan jumlah nasabah 4.225 orang.

“Dengan akan berakhirnya PSBB di Sumatra Barat harapan kami produktivitas masyarakat yang tadinya terhalang oleh pandemi dapat ditingkatkan kembali,” ujarnya, dalam rapat secara visual dengan Wagub Sumbar, Jumat (10/7/2020).

Sementara untuk usaha-usaha di Sumatera Barat didominasi oleh UMKM, bahkan jumlahnya saat pandemi terakhir ini adalah sebanyak 593.000. Sesuai dengan misi PT. PNM Persero memiliki peran yakni membantu dalam pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan masyarakat. Karena masyarakat di Sumatera Barat masih tradisional, produk dan cara penjualannya pun dilakukan dengan cara konvensional yang biasa.

UMKM yang telah dibantu oleh PT. PNM adalah sebanyak 6362 unit. Sementara unit UMKM di Sumatera Barat saat ini mencapai 593.000. Hal ini berarti subsidi dari PT. PNM baru mencapai kurang lebih satu persen.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, Pemprov telah melakukan langkah-langkah selama masa pandemi. Langkah-langkah tersebut meliputi yang pertama mengenai penanganan kesehatan secara baik.

Hingga hari ini Sumatera Barat masuk pada penanganan COVID-19 terbaik di Indonesia. Walaupun masih ada kasus positif dalam jumlah kecil tetap dilaksanakan tracking.

“Walaupun PSBB di Sumatera Barat selesai bukan berarti tugas kita juga selesai, kita tetap harus menyiapkan rumah sakit untuk jaga-jaga. Pengawasan kepada pengunjung pun tetap dilakukan, baik itu di bandara maupun di perbatasan daerah Sumatra Barat, yang mana terdapat sembilan pintu masuk”, kata Nasrul Abit.

Kemudian langkah kedua yang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi adalah pemberian bantuan jaringan sosial. Bantuan tersebut berupa uang dan barang diberikan kepada masyarakat yang tersebar di seluruh kabupaten kota, yang mana akan dilakukan pendataan secara berkala oleh wali nagari setempat kemudian dilaporkan kepada pemerintah provinsi.

Langkah ketiga yang dilakukan oleh pemerintah provinsi adalah mengenai tatanan ekonomi. UMKM yang selama ini berusaha mungkin sempat terhenti dikarenakan COVID-19. Saat ini telah tercatat sebanyak 114.000 pengangguran yang terdampak oleh COVID. Angka ini tentunya lebih banyak dari jumlah UMKM yang tersedia di Sumatera Barat.

“Untuk memajukan perekonomian ini kembali tentunya diperlukan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, kami selaku pemerintah provinsi memberikan dukungan dan bantuan kepada seluruh pelaku ekonomi,” tuturnya.

Kembali untuk kegiatan pelatihan Nasrul Abit juga berharap dalam pelatihan kondisi pandemi COVID-19, pendampingan kepada nasabah dilakukan secara online. Hal ini dimaksudkan agar PNM dapat mendampingi nasabah dan senantiasa berusaha mencarikan solusi atas kendala usaha yang sedang dialami.

“Pemprov Sumbar mendorong sinergi antar nasabah dalam pemasaran produk, mendorong menangkap potensi pasar dalam ekosistem nasabah PNM, penjualan melalui media sosial, dan lainnya,” tukasnya.

Lanjutnya, ia juga menerangkan bahwa materi yang disampaikan pada PKU Online ini disesuaikan dengan mengarahkan nasabah binaan PNM menumbuhkan inspirasi, kreativitas, dan inovasi dalam pengelolaan usaha di tengah pandemi Covid-19.

Langkah terakhir yang dilakukan oleh pemerintah provinsi adalah mengenai tatanan normal produktif aman COVID-19. Pada fase ini yang dilakukan adalah bagaimana cara memulihkan ekonomi. Masyarakat diminta agar tetap produktif dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan. Seperti memakai masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak aman satu sama lain.

Ia juga mendukung Program PKU Online diselenggarakan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan usaha kepada nasabah binaan PNM secara virtual melalui berbagai sarana video conference.

Salah satu upaya yang dilakukan PNM untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, secara khusus pelaku usaha ultra mikro dan usaha mikro  kecil (UMK) di tengah pandemi, melalui program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan secara daring.

Lihat juga...