Polda Metro Jaya Menunda Aktivasi Ganjil Genap

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo – Foto Ant

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menunda aktivasi sistem ganjil genap. Kebijakan tersebut diambil, demi menjaga protokol kesehatan, physical distancing, di dalam kendaraan umum.

“Tentu pemerintah bersama Ditlantas Polda Metro Jaya kita akan mengkaji, karena apa? Karena kita kan berupaya supaya tetap menjaga physical distancing di kendaraan umum,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (1/7/2020).

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, disebut Sambodo, juga belum memberikan instruksi, untuk mengaktifkan kembali kebijakan pembatasan kendaraan ganjil genap. Apabila sistem ganjil genap kembali diaktifkan di masa PSBB transisi, dikhawatirkan penumpang angkutan umum akan membeludak.

“Kalau misal kita aktifkan ganjil genap, maka misal hari ini tanggal ganjil, penumpang pemilik kendaraan genap tentu akan mengalihkan ke angkutan umum. Jadi takutnya nanti justru physical distancing 50 persen di angkutan umum tidak terjaga,” tandasnya.

Meski volume kendaraan di jalanan ibu kota hampir mencapai volume normal, Sambodo mengatakan, sistem ganjil genap belum diperlukan lantaran adanya surat edaran gugus tugas terkait pembagian jam masuk kantor, yang cukup membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas. “Surat edaran dari satuan gugus tugas yang menyatakan bahwa, ada pembagian jam masuk kantor jam 7.00 WIB dan jam 10.00 WIB.Ini saya rasa cukup membantu, terutama bagi penumpang angkutan umum yang setiap pagi komuter bergerak dari arah Bodetabek masuk Jakarta,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...