Polres Luwu Utara Perketat Pengamanan di Perbatasan

MAKASSAR – Pihak Polres Luwu Utara, Polda Sulsel, mengetatkan pengamanan keluar dan masuk di wilayah perbatasan Masamba dan Palopo, khususnya warga pendatang yang masuk ke Luwu Utara untuk membawa bantuan korban bencana banjir.

Hal itu dikemukakan Kasat Sabahara Polres Luwu Utara, AKP Abu Bakar Salihi, menanggapi mengamanan di wilayah perbatasan jelang Iduladha 1441 Hijriah/2020, Rabu (29/7/2020).

“Pengetatan pengamanan ini, selain untuk alasan keamanan warga yang menjadi korban banjir bandang, juga untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Pengamanan terpadu untuk menjaga Kamtibmas dan pencegahan penyebaran Covid-19, dilakukan personel Polres Luwu Utara bersama personel TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Dinas Kesehatan setempat.

Guna memudahkan memeriksa pengendara dan orang yang masuk ke Luwu Utara, sejumlah posko bersama didirikan, di antaranya di tugu perbatasan Kabupaten Luwu dan Luwu Utara.

Ketatnya pemeriksaan di wilayah batas antarkabupaten itu diakui komunitas otomotif Team Bocken Oto Style, yang membawa bantuan logistik ke Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Menurut Ketua Team Bocken Oto Style, Musriadi, pihaknya harus memperlihatkan surat jalan ketika memasuki perbatasan dan diperiksa suhu tubuh penumpangnya.

“Pengetatan penjagaan ini kami maklumi, untuk keamanan bersama dan juga saling menjaga kesehatan pendatang maupun yang dikunjungi,” katanya.

Untuk penggalangan donasi dan bantuan logistik, Team Bocken Oto Style bekerja sama beberapa tim peduli, seperti Persatuan Pekerja Lokal Baruga Tukamasea Maros (PPLBT), RGARAGE Modifikation, Emonk Bengkel, Penyek Rahel Jaya Bengo, Wawa Stiker Maros, dan Komunitas Toomallaha.

Sementara itu, salah seorang penerima bantuan di Desa Radda, Bahar, mengatakan sangat bersyukur mendapatkan bantuan untuk warga yang terdampak bencana, namun di satu sisi juga warga khawatir jika ada pendatang yang membawa bantuan, khususnya yang dari zona merah atau pandemi Covid-19.

“Jadi dengan adanya pemeriksaan di setiap batas wilayah itu, akan melegakan kami, bahwa yang datang membawa bantuan itu tidak akan menularkan penyakit yang dapat menjadi bencana baru,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...