Positif Covid-19 di Indonesia Capai 66.226 Kasus

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA -Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengumumkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

“Hari ini Selasa 7 Juli 2020, pukul 12.00 WIB, kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.268 kasus baru, sehingga akumulasi pasien positif Covid-19 sampai hari ini menjadi 66.226 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Selain itu kata Yuri, untuk kasus pasien sembuh dari positif Covid-19 juga terus bertambah dari hari ke hari, hari ini saja ada penambahan pasien sembuh sebanyak 866 orang. Dengan demikian jumlah pasien sembuh sampai saat ini menjadi 30.785 orang.

“Selain itu kasus yang meninggal hari ini juga bertambah 68 orang, dengan demikian jumlah kasus yang meninggal sampai hari ini mencapai 3.309 orang,” ujarnya.

Yuri menyebutkan, kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah di atas seribu dalam sehari. Data per Selasa (7/7) hingga pukul 12.00 WIB, tercatat ada penambahan 1.268 kasus. Penambahan kasus positif virus corona tersebut tersebar di 29 dari 34 provinsi Indonesia. Jawa Timur kembali menjadi provinsi yang menyumbang pertumbuhan kasus baru tertinggi dalam sehari.

“Dari Jawa Timur melaporkan 280 kasus baru dan 118 sembuh, dan hari ini terdapat 5 provinsi yang tidak ada penambahan kasus corona baru. Di antaranya Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.

Pemeriksaan terkait Covid-19 di Indonesia, sebut Yuri hari ini mengalami peningkatan dibanding Senin (6/7). Per Selasa (7/7), spesimen yang berhasil diuji sebanyak 17.816 sampel. Sehingga total spesimen yang sudah diperiksa hingga saat ini sebanyak 946.054 spesimen.

Namun sayangnya, angka harian ini tak memenuhi target 20 ribu tes per hari. Pemeriksaan spesimen juga hanya dilakukan kepada 10.675 orang, dengan demikian setiap orang bisa melakukan tes COVID-19 lebih dari satu kali.

Sementara itu Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas COVID-19, Reisa Broto Asmoro, memastikan Indonesia mengikuti jejak negara-negara lain yang tengah mengembangkan vaksin virus corona (Covid-19). Vaksin ini diprediksi akan tersedia untuk masyarakat pada tahun 2021.

“Setidaknya ada lima calon vaksin di 3 negara, yakni di China, 3 di Amerika Serikat, dan 2 di Inggris. Dua uji coba dilakukan di sejumlah tempat yakni di Australia, Jerman dan Rusia. Pentingnya, Indonesia juga ikutan. Negara kita tengah mengembangkan pembuatan vaksin corona,” kata Reisa saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, hari ini.

Reisa mengatakan kabar tersebut langsung dari Ketua Konsorsium Riset di Kementerian Riset dan Teknologi, Ali Ghufron. Dari 15 tahapan uji vaksin yang harus dipenuhi, calon vaksin di Indonesia telah melalui 8 tahap dan akan menuju 7 langkah berikutnya.

“Tentu ini membutuhkan waktu dan prosesnya lama, Indonesia setuju memproduksi vaksin untuk melindungi diri sendiri, untuk melindungi bangsa. Vaksin lokal akan diproduksi massal dan tersedia untuk masyarakat Indonesia di pertengahan 2021. Mari doakan bersama kesuksesan ini,” ujarnya.

Lihat juga...