Potensi Budi Daya Perikanan di Indonesia Baru Tergarap 10 Persen

Budi daya keramba jaring apung Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jatim, Kamis (9/7/2020) – Foto Ant

SITUBONDO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus untuk mendorong pengembangan sektor perikanan budi daya. Saat ini sektor tersebut baru tergarap 10 persen, dari potensi maksimal.

“Budi daya kita ini baru 10 persen dan itupun belum optimal, ini perlu kami dorong terus (untuk dikembangkan), karena masih banyak ruang-ruang kosong yang perlu dikembangkan. Saya tidak berambisi semua harus terpenuhi, cukup yang 10 persen dioptimalkan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (9/7/2020).

Ia mencontohkan, sebelumnya budi daya udang dalam luasan satu hektare, hanya menghasilkan satu ton. Namun saat ini, dengan budi daya yang baik serta dengan cara intensifikasi, bisa menghasilkan 40 ton hingga 100 ton per hektare.

Hal yang terpenting dalam budi daya berbagai jenis perikanan dinilainya tidak perlu lahan yang terlalu besar. Lahan yang kecil bila dimaksilkan akan lebih produktif. “Dengan lahan budi daya yang kecil, tapi produktif, nantinya sisa lahan yang ada bisa ditanam bakau (mangrove) untuk penghijauan. Dan di dalam bakau bisa budi daya jenis ikan lainnya yang bisa secara tradisional dan secara alamiah bisa diambil,” jelasnya.

Di Situbondo, Edhy Prabowo meninjau pembenihan berbagai jenis ikan karapu, baramundi dan lobster, di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. (Ant)

Lihat juga...