Program Cegah ‘Stunting’ di Sumbar Jadi Perhatian Kemenpan RB

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pemerintah Kota Padang mempresentasikan program Ayo Ceting (Cegah Stunting) yang digagas Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, di hadapan tim penilai Kementerian PAN-RB secara virtual.

Wali Kota Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, saat ini inovasi Ayo Ceting telah masuk dalam Top 99 Nasional Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020. Kini dari presentasi itu, Ayo Ceting menuju Top 45.

Ia menyebutkan pihaknya pun optimis dan berharap Kota Padang dapat masuk dalam Top 45 KIPP 2020. Bagaimana inovasi tersebut direplikasi semua Puskesmas yang ada di Kota Padang.

“Tentunya kita berharap juga direplika di dalam Provinsi Sumatera Barat bahkan di daerah lainnya secara nasional,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Lebih lanjut Wako menyebutkan, untuk keluarnya hasil Top 45 Nasional KIPP 2020 diperkirakan pada September atau Oktober 2020. Terkait inovasi yang dipresentasikan jelasnya, sesuai informasi dari tim penilai menyebutkan bahwa terdapat 3 jenis inovasi yang sama dari pemerintah daerah.

“Sehingga ini menjadi tantangan yang berat bagi Kota Padang, karena akan dipilih satu dari ketiganya,” sebut dia.

Untuk itu ia merasa optimis kalau Padang melalui inovasi Ayo Ceting dapat masuk Top 45 KIPP 2020. Jika nantinya kalau sudah masuk Top 45 Pemko Padang akan menerima Dana Insentif Daerah (DID) oleh Pemerintah Pusat yang besarannya sekitar Rp8 sampai Rp11 miliar.

Lebih lanjut Mahyeldi memaparkan, dalam program Ayo Ceting ini setidaknya terdapat 3 paket kegiatan yang dihadirkan kepada masyarakat. Pertama menghadirkan grup WhatsApp bagi para ibu hamil, rumah gizi dan digital education melalui aplikasi yang bisa diunduh lewat playstore Ayo Ceting.

“Program Ayo Ceting patut kita apresiasi sebagai inovasi yang mudah diakses dan bisa digunakan oleh masyarakat kapan saja dan di mana pun berada. Tujuan utamanya adalah pencegahan stunting (gangguan pertumbuhan pada anak) agar dapat lebih dimaksimalkan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani menyebutkan, inovasi Ayo Ceting sangat tepat dipakai di masa pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini. Khususnya untuk memantau tumbuh kembang bayi, balita dan juga ibu hamil.

“Melalui Ayo Ceting semuanya menjadi tidak harus tatap muka, karena sudah ada 3 program di aplikasi tersebut. Saya rasa inovasi Ayo Ceting sangat membantu,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Andalas, Mela Aryati juga mengungkapkan, inovasi ini juga sangat dirasakan manfaatnya saat pandemi Covid-19. Karena dengan itu bisa mengurangi interaksi langsung antara pasien dan tenaga medis.

“Cukup unduh di playstore, maka semua informasi yang dibutuhkan bagi ibu menyusui ada di dalamnya. Mulai dari panduan menu makanan sehat, pola hidup sehat dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga dapat berinteraksi langsung dengan dokter yang siap menjawab keluhan dan pertanyaan. Hal ini dikarenakan aplikasi tersebut terhubung langsung dengan nomor WhatsApp dokter yang telah ada di aplikasi tersebut.

Lihat juga...