Purbalingga Terus Pertahankan Status ‘Zero’ Malaria

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Di tengah pandemi Covid-19, Kabupaten Purbalingga berhasil melakukan upaya pencegahan terhadap malaria. Dan sampai saat ini, Kabupaten Purbalingga zero kasus malaria. Sertifikat eliminasi malaria juga sudah diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono mengatakan, dari pantauan Dinas Kesehatan sejak akhir tahun 2019 sampai dengan bulan Juli 2020 ini, tidak ada laporan kasus malaria. Bahkan sampai dengan desa-desa yang sebelumnya dinyatakan endemis malaria, sampai saat ini tidak ada laporan kasus lagi.

“Prestasi ini tentu harus dipertahankan terus, mengingat tidak mudah untuk mencapainya, karena dulu Purbalingga bahkan sempat sampai pada status Kondisi Luar Biasa (KLB) Malaria,” terangnya, Jumat (3/7/2020).

Lebih lanjut drg Hanung menjelaskan, puncak KLB Malaria terjadi di Kabupaten Purbalingga pada tahun 2010, dimana jumlah kasus malaria mencapai 954 orang. Pihaknya kemudian menerjunkan petugas untuk melakukan pemantauan hingga ke desa-desa, serta membagikan ribuan kelambu untuk masyarakat.

“Ada sekitar 7.700 lebih kelambu yang kita bagikan, kelambu tersebut untuk menutup tempat tidur, supaya terhindar dari gigitan nyamuk anopheles yang menyebabkan malaria,” katanya.

Petugas kesehatan di puskesmas-puskesmas juga diminta aktif melakukan sosialisasi pencegahan. Atas kerja keras tersebut, tahun berikutnya Kabupaten Purbalingga mulai mengalami penurunan kasus malaria. Hingga tahun 2014, Purbalingga masuk fase pra eliminasi malaria.

Dan memasuki tahun 2017, tahapan pra eliminasi malaria meningkat menjadi eliminasi. Hal ini karena tidak ada kasus indigenous malaria atau kasus yang ditemukan di suatu daerah tertentu.Prestasi tersebut terus dipertahankan hingga saat ini.

“Kalau kemudian ditemukan satu saja kasus indigenous malaria di wiayah Kabupaten Purbalingga, maka status eliminasi malaria akan dicabut dan akan kembali lagi kepada status KLB,” tuturnya.

Menurut drg Hanung, setelah mencapai eliminasi malaria, masih dibutuhkan waktu selama 3 tahun untuk fase pemeliharaan, Sehingga selama 3 tahun tersebut, dibutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga wilayahnya dari malaria. Dan hal tersebut berhasil dilakukan oleh Kabupaten Purbalingga, sejak 2017 sampai 2020 ini tidak ditemukan kasus malaria.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Purbalingga, Teguh Wibowo mengatakan, sampai dengan akhir tahun 2018 lalu, sebenarnya masih ada 5 desa di Purbalingga yang termasuk endemis malaria. Yaitu Desa Sidareja dan Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang, Desa Tetel, Desa Tegal Pingen dan Desa Pengadegan Kecamatan Pengadegan.

“Saat ini lima desa tersebut juga sudah terbebas dari malaria, sehingga Kabupaten Purbalingga sudah terbebas dari malaria,” pungkasnya.

Lihat juga...