Rabu Pagi, Saham-saham di Wall Street Turun

Wall Street, Bursa Saham Amerika Serikat. -Foto: Ant/Reuters

NEW YORK – Saham-saham di Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menambah kerugian pada penutupan karena investor mengambil keuntungan sehari setelah S&P 500 mencatat kenaikan terpanjangnya tahun ini, dan ketika kasus baru virus Corona di AS naik lebih jauh.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 396,85 poin atau 1,51 persen, menjadi ditutup di 25.890,18 poin. Indeks S&P 500 merosot 34,40 poin atau 1,08 persen, menjadi berakhir di 3.145,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 89,76 poin atau 0,86 persen, menjadi ditutup di 10.343,89 poin.

Sebagian besar Amerika Serikat melaporkan puluhan ribu infeksi baru virus Corona. New York memperluas karantina perjalanannya bagi pengunjung dari tiga negara bagian, sementara wilayah Miami yang lebih luas di Florida menghentikan pembukaan kembali.

“Ini sedikit kemunduran setelah langkah lima hari yang signifikan di pasar, ditambah dengan kekhawatiran normal tentang virus dan (Presiden Federal Reserve Bank Cleveland, Loretta) Mester berbicara tentang jalan panjang menuju pemulihan,” kata Michael Antonelli, analis pasar di Baird di Milwaukee.

Mester mengatakan, selama wawancara dengan CNBC bahwa kebangkitan kasus virus Corona di seluruh negeri membuat konsumen lebih berhati-hati, dan lebih banyak stimulus fiskal diperlukan untuk membantu perekonomian pulih sepenuhnya dari krisis.

Saham-saham AS telah meningkat baru-baru ini, dengan S&P 500 mencatat kenaikan sesi ke lima berturut-turut pada Senin (6/7/2020), meskipun kasus baru virus Corona di Amerika Serikat meningkat, karena serangkaian data positif untuk Juni mendukung pandangan, bahwa pemulihan ekonomi sedang berlangsung.

“Wajar mengalami kemunduran. Bahkan, kemunduran yang lebih dramatis akan baik, hanya karena saya pikir ada banyak ketidakpastian,” kata Alan Lancz, presiden Alan B. Lancz & Associates Inc, sebuah perusahaan penasihat investasi, berbasis di Toledo, Ohio.

“Mungkin ada lebih banyak aksi ambil untung dan volatilitas setelah rebouorn  luar biasa dari posisi terendah Maret,” katanya. (Ant)

Lihat juga...