‘Rainbow Fish’ Ikan Hias Primadona Dalam Negeri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Bisnis ikan hias tengah mengalami peningkatan di tengah Pandemi Covid-19. Terutama Ikan jenis rainbow masih menjadi primadona di dalam negeri. Bahkan permintaan ekspor terhadap ikan hias jenis tersebut cukup tinggi.

Ikan rainbow (Glossolepis incisus) merupakan endemik perairan tawar tanah Papua. Ikan ini banyak ditemui di Danau Ayamaru dan Danau Sentani serta rawa-rawa berair jernih. Total terdapat 20 jenis ikan rainbow di Indonesia.

Rainbow memiliki ukuran paling panjang sekitar 15 cm, ikan rainbow berbentuk pipih dan memiliki mulut unik menyerupai tabung. Ikan ini tidak agresif sehingga dapat disandingkan dengan ikan hias lainnya seperti botia, molly, dan guffy.

“Ikan rainbow cukup diminati di kalangan hobiis. Sesuai namanya, ikan ini memiliki warna tubuh yang indah seperti pelangi dan tubuh yang mungil,” ungkap Didi Supendi, pengurus P2MKP Mina Mulya di Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/7/2020).

Warna-warni yang mencolok, pada ikan ini banyak diminati kalangan pehobi ikan hias. Didi Supandi merupakan instruktur pelatihan dan juga sebagai supplier bagi para eksportir.

Menurutnya dalam beberapa tahun terakhir bahkan sampai sekarang dia mengaku belum mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri seperti Amerika Serikat, Eropa, Australia, Jepang, dan Korea menjadi beberapa negara peminat ikan rainbow dari Indonesia.

“Harusnya ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk membuka usaha budidaya. Ikan rainbow merupakan ikan asli dari negara kita. Peluangnya masih sangat besar untuk kita dibudidayakan dan pasarkan,” ucapnya seraya mengatakan kalau bukan kita siapa lagi.

Didi menuturkan, pembesaran ikan rainbow dapat dikatakan gampang-gampang susah. Meskipun begitu, bukan berarti kegiatan ini tidak mungkin dilakukan. Menurutnya kuncinya budidaya rainbow adalah ketelitian dan taat aturan pada proses budidaya.

P2MKP Mina Mulya yang dikelola Didi Supendi merupakan kelompok pembelajaran binaan BRSDM yang terdiri atas para pelaku usaha kelautan dan perikanan yang telah sukses dalam menjalankan bisnisnya sejak lama.

Diketahui saat ini Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP terus mendorong tumbuhnya UMKM di bidang ikan hias jenis rainbow yang saat ini menjadi primadona dalam negeri.

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, mengungkapkan, KKP terus mendorong tumbuhnya UMKM-UMKM baru. Pasalnya, pembatasan gerak dan aktivitas sosial dalam masa pandemi mengakibatkan banyak perusahaan harus merumahkan pekerjanya.

Melalui pelatihan yang diselenggarakan secara tatap muka maupun daring diharapkan bisa memberi inspirasi usaha baru bagi masyarakat, khususnya yang telah dan berniat untuk menekuni usaha ikan hias.

Lihat juga...