Raup Penghasilan Rp7-8 Juta per Bulan dari Beternak Kelinci

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Tak sedikit peternak yang selama ini masih menganggap remeh budi daya kelinci. Padahal, jika ditekuni dengan serius, budi daya kelinci mampu menghasilkan keuntungan yang  cukup besar, mencapai Rp7-8 juta setiap bulannya. 

Suryadi, warga dusun Plengos A, Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo, membudidayakan kelinci sejak 2006, dan mampu menghidupi keluarganya, termasuk menyekolahkan kedua anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.

Suryadi mengaku memelihara berbagai jenis kelinci pedaging, seperti New Zealand White, Rex, Hycole, Hyla hingga Flame Giant. Memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 100 meter persegi, ia memiliki sekitar 80 indukan kelinci.

Dari sejumlah indukan kelinci tersebut, Suryadi mengaku mampu menjual 20 ekor lebih anakan kelinci setiap bulan. Satu ekor ankaan kelinci usia 3 bulan rata-rata dijual Rp300 ribu. Untuk jenis tertentu, harganya bisa jauh lebih mahal, mencapai Rp1,3 hingga Rp2,5 juta per ekor.

“Saya memilih budi daya kelinci karena perawatannya mudah, pakannya murah, bisa beranak dengan cepat, serta harga jualnya stabil,” ujarnya, baru-baru ini.

Dengan sistem 1 jantan dan 5 betina, 1 ekor indukan kelinci biasa beranak setiap kurun waktu 40 hari atau 7 kali dalam setahun. Sementara 1 ekor indukan, sekali beranak bisa menghasilkan rata-rata 8 ekor anakan kelinci. Pada usia 3 bulan, anakan kelinci tersebut langsung bisa dijual.

“Pakan kelinci sangat murah, karena hanya berupa rumput. Tidak perlu membeli. Dibandingkan sapi atau kambing, kebutuhan rumput untuk pakan kelinci juga sangat minim. Untuk pakan sekitar 80 ekor lebih kelinci, setiap hari saya hanya butuh setengah karung rumput saja,” ujarnya.

Nilai jual kelinci yang sangat stabil juga menjadi keuntungan tersendiri. Biasanya, kelinci-kelinci ini dibeli oleh pengepul untuk konsumsi, maupun oleh pembudidaya lain untuk diternakkan kembali. Sehingga selain menjual anakan, peternak juga bisa menjual indukan.

“Selain menjual anakan, saya juga menjual indukan. Biasanya satu pasang kelinci indukan jenis New Zealand White saya jual Rp1,3 juta,” ungkapnya.

Satu-satunya kendala dalam budi daya kelinci menurut Suryadi hanyalah penyakit yang biasa menyerang kelinci. Yakni, penyakit scabies, kembung serta mencret. Namun hal itu bisa diatasi dengan selalu menjaga kebersihan kandang, memberikan vitamin, serta mengobati kelinci begitu terkena penyakit tersebut.

“Yang penting kandang tidak boleh ada kotoran. Harus selalu bersih. Karena itu, kandang harus dibuat sedemikian rupa sehingga kotoran dapat tertampung di wadah. Sebab, urine kelinci juga bisa dijual sebagai pupuk. Untuk obat kelinci sekarang sudah banyak sekali, jadi tidak ada masalah,” pungkasnya.

Lihat juga...