Referensi Sumber Daya Kelautan Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Posisi geografis Indonesia, menghasilkan sumber daya kelautan yang melimpah. Baik berupa ikan maupun terumbu karang, padang lamun maupun substrat lunak. Dengan pengelolaan yang tepat, sumber daya ini akan menjadi sumber ilmu pengetahuan sekaligus membuka nilai ekonomi yang akan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat. 

Peneliti Zoologi Laut LIPI, Prof Teguh Peristiwady saat Zoom Webinar, Rabu (8/7/2020. -Foto Ranny Supusepa

Peneliti Zoologi Laut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Teguh Peristiwady, menyampaikan berdasarkan penelitian taksonomi yang dilakukannya, ada 47.749 data mengenai spesies ikan Indonesia di seluruh dunia.

“Mayoritas spesimen ini ada di luar negeri, misalnya di National Museum of Natural History di Washington atau di Western Australian Museum di Perth,” kata Teguh saat Webinar tentang Biodiversity Kelautan Indonesia, Rabu (8/7/2020).

Ia menyebutkan data itu merujuk pada spesies yang ada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yaitu mulai Bali hingga Papua.

“Dari hasil penelitian taksonomi pada 13 wilayah KTI, ditemukan adanya lima kelas ikan dengan jumlah spesies 2.715 spesies. Sementara data Fish Base 2004, menunjukan jumlah spesies 3.240 jenis. Artinya, mayoritas spesies ikan Indonesia itu ada di KTI,” ujarnya.

Hasil ini menunjukkan, lanjutnya, bahwa perairan Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Peta nilai ekonomis sumber daya kelautan di KTI hasil penelitian Taksonomi oleh Prof Teguh yang disampaikan saat Zoom Webinar, Rabu (8/7/2020). -Foto Ranny Supusepa

“Dan ikan-ikan yang ada di Indonesia merupakan pusat dari keanekaragaman hayati dunia. Ini terlihat dari jejak ikan di beberapa wilayah sekitar Indonesia, memiliki kaitan erat dengan ikan di perairan KTI,” ucapnya.

Artinya, Prof Teguh menyatakan, perairan Indonesia merupakan tantangan bagi para peneliti ikan, pemerhati dan pengambil kebijakan untuk dapat dikembangkan, baik untuk kepentingan penelitian maupun untuk kepentingan lanjutan dari pemanfaatan ikan.

“Dengan kerja sama, baik itu dari LIPI maupun pemerintah, maka akan didapatkan hasil penelitian dan pengembangan pemanfaatan ikan secara maksimal. Melalui peningkatan referensi spesies,” tandasnya.

Kepala Puslit Oseanografi LIPI Augy Syahilatua, M.Sc saat Zoom Webinar, Rabu (8/7/2020). -Foto Ranny Supusepa

Kepala Puslit Oseanografi LIPI Augy Syahilatua, M.Sc menyatakan ikan di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek.

“Yang pertama, yaitu ikan sebagai sumber pangan. Yang artinya dalam hal ini, merupakan nilai ekonomis dari ikan. Begitu pula aspek ikan sebagai objek hias dan ikan dalam aspek penelitian dan pelestarian,” kata Augy dalam kesempatan yang sama.

Karena itu, tegasnya, pengelolaan sumber daya laut, terutama ikan merupakan salah satu faktor yang bisa mendorong kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Dengan pemanfaatan yang tepat, yang tentunya melalui pengembangan penelitian, maka akan bisa didapatkan hasil maksimal dari sumber daya laut yang dimiliki oleh Indonesia. Dan untuk mencapainya, dibutuhkan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

Lihat juga...