Ribuan Warga Ikuti Tes Cepat COVID-19 Gelombang I

Pelaksanaan tes cepat gratis massal oleh Pemprov Sulsel untuk menekan penyebaran virus corona di Sulsel – Foto Ant

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan tes cepat massal COVID-19 secara gratis gelombang I. Pada kegiatan yang telah berlangsung 6 sampai 11 Juli 2020 tersebut, diikuti 2.268 warga.

Dari ribuan peserta tes cepat massal tersebut, 44 orang di antaranya dinyatakan reaktif, dan harus melakukan isolasi mandiri maupun mengikuti karantina di Wisata Duta COVID-19 Sulsel. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulsel, Husny Thamrin mengemukakan, tes gelombang ke II akan digelar mulai Senin (13/7/2020) hingga Sabtu (18/7/2020). Kuota peserta tes 500 orang per-hari. “Pendaftaran dimulai pukul 00:00 Wita sudah buka untuk layanan Senin-Sabtu depan. Pendaftaran bisa dilakukan di https://bit.ly/rapidgratis,” katanya, Minggu (12/7/2020).

Hanya saja, berdasarkan pantauan melalui laman tersebut, pendaftaran untuk tes cepat gelombang ke II itu telah ditutup pada siang hari, karena melonjaknya pendaftar. Kuota yang ada telah penuh sejak siang hari. “Pendaftaran sudah kita buka sejak pukul 00:00 Wita tetapi sekarang malah sudah penuh. Jadwal pemeriksaan itu pukul 09.00 – 16.00 Wita, dengan total tenaga kesehatan yang bertugas sebanyak 24 orang,” katanya.

Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, pada hari ke-enam (11/7/2020), tercatat tidak terjadi penambahan peserta reaktif, dari dua tempat pelaksanaan tes cepat yang dilakukan.

Sementara jumlah peserta masing-masing tempat yakni Gedung Aula PKK Sulsel Jalan Masjid Raya Makassar 127 RDT (Rapid Diagnostic Test) dan Aula Dinkes Sulsel Jalan Perintis 141 orang. “Pokoknya masyarakat ada pilihan, silakan datang kalau mau gratis ke Jalan Masjid Raya ke Gedung PKK dan ke Dinas Kesehatan Sulsel, sekarang ada juga di Bandara, makanya kita buka itu,” tambah Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah mengemukakan, program tersebut hadir sebagai upaya pemprov, melakukan tes secara masif. Harapannya dapat menemukan warga yang sudah terpapar. Sekaligus, sebagai solusi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan COVID-19.

Termasuk untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bukti surat keterangan bebas COVID-19, untuk keperluan ke luar Kota Makassar atau daerah lain di Indonesia. “Tidak semua warga bisa melakukan tes mandiri berbayar, sehingga Pemerintah Sulsel hadir dengan layanan tes cepat gratis. Silahkan datang jika membutuhkan surat keterangan tersebut, bagi orang yang akan masuk ke satu wilayah,” tuturnya.

Bagi warga yang dinyatakan reaktif, juga akan langsung diedukasi. Disampaikan bahaya virus tersebut, dan tata cara memutus mata rantai penularan dan menghindari penularan ke orang lain. Termasuk pilihan untuk melakukan isolasi madiri atau ikut program karantina yang disediakan Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel.

Sementara, untuk dinyatakan Positif COVID-19, maka harus dilakukan pemeriksaan lanjutan swab PCR terlebih dahulu. “Bagi yang mau tetap isolasi rumah, kita harus tinjau rumahnya. Tim Gugus lihat kondisinya, jika tidak memungkinkan, Anda harus masuk ke Duta COVID-19,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...