Rusak Lingkungan, Wagub Jabar Tutup Galian Tanah di Kampung Ciloa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, berang dan langsung menutup galian tanah ilegal di Kampung Ciloa, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Dua eskavator di lokasi galian langsung disegel dengan dipasang spanduk penutupan di lokasi penggalian tanah yang digelar secara massif tersebut. Selanjutnya atas nama Pemprov Jabar secara resmi mempidanakan pelaksana proyek ilegal yang meresahkan masyarakat di desa wisata tersebut.

“Ini, tindaklanjut dari laporan masyarakat, meminta hadir supaya ainul yakin. Ternyata benar ada galian yang tidak berizin dan berdampak pada lingkungan,” jelas Uu didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat.

Menurutnya setelah melihat langsung di lokasi, galian tersebut sudah berlangsung lama. Hal tersebut terlihat dari dalamnya galian hingga mencapai 7 meteran dan meluas. Biasanya tanah yang digali itu dijual ke proyek-proyek perumahan di wilayah Setu dan sekitarnya.

“Pihak pemborong yang bandel, seolah-olah pemerintah tidak ada apa-apanya. Tidak ada izin pun mereka tetap melaksanakan operasional,” kata dia.

Dikatakan bahwa sebenarnya sejak awal pemerintah Kabupaten Bekasi dan kepala desa setempat sudah ada tindakan ataupun komunikasi agar pihak di lapangan segera mengurus izin. Tapi ini membandel, meski tanpa izin tetap berjalan.

Alasan tersebut membuatnya geram dan melihat langsung. Disebutkan bahwa dua eskavator itu akan dijadikan barang bukti pelaporan pidana mengenai penggalian tanah tanpa mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Saya minta masyarakat tolong juga amankan police line yang kami pasang. Jangan ada oknum yang memberikan peluang untuk tindakan di wilayah ini dan di kabupaten-kota di Jawa Barat lainnya,” ucap dia.

Uu juga meminta masyarakat tak gentar menghadapi intimidasi berbentuk ancaman kepada mereka. Masyarakat diminta melaporkan apabila diintimidasi oknum pelaksana proyek penggalian.

Kang Uu, meminta masyarakat jangan takut diancam karena ada pemerintah. Untuk itu tegas dikatakan jika terjadi ancaman laporkan.

“Ancaman pidana lebih berat lagi, apalagi ancaman sampai mati dan yang lainnya. Jangan takut. Kan ada hukum,” tegas dia.

Desa Kertarahayu dicanangkan menjadi desa agrowisata dan wisata minat khusus berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang RPJPD.

Desa tersebut terkenal sebagai jalur gowes karena keasrian pemandangannya. Titik yang terkenal di desa ini adalah Sasak Mare. Sebuah jembatan gantung yang dikelilingi pemandangan yang apik. Bahkan telah dicanangkan sebagai desa wisata, sesuai RUTR ada zona hijau, zona kuning.

“Apakah di sini diperbolehkan (aktivitas penggalian) atau tidak? Kita mengeluarkan izin tak mungkin bertabrakan dengan kabupaten dan provinsi,” ucap dia.

Lihat juga...