Rusia Belum Diizinkan Tampil di Kejuaraan Atletik Internasional

Foto ilustrasi: Sejumlah pelari melaju pada lomba halang rintang 3.000 meter putra kejuaraan dunia atletik 2019 di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, Senin (1/10/2019). -Foto: ANTARA

JAKARTA – Atletik Dunia atau World Athletics memutuskan, untuk menunda segala proses yang memungkinkan atlet Rusia bisa berkompetisi di kejuaraan internasional. Hal itu dilakukan, setelah Federasi Atletik Rusia (RUSAF) telat membayar denda terkait kasus pelanggaran aturan antidoping.

RUSAF diberi tenggat waktu hingga 1 Juli 2020, untuk membayar denda 5 juta dolar AS dengan tambahan biaya 1,31 juta dolar AS, akibat tuduhan pelanggaran antidoping yang dilakukan atlet lompat tinggi Rusia, Danil Lysenko.

Pada Rabu (1/7/2020), Presiden RUSAF, Yevgeny Yurchenko mengatakan, mereka tidak mempunyai dana yang cukup untuk membayar denda tersebut, karena saat ini mereka juga tengah bergelut dengan situasi pandemi.

Pada November 2019, Atletik Dunia juga telah menghentikan proses perizinan bagi 10 atlet Rusia, yang akan tampil di Olimpiade Tokyo dengan bayaran denda. Berbagai usaha dilakukan agar bisa tampil di berbagai kejuaraan dunia. “Kami sadar ini merupakan masa sulit, tapi kami sangat kecewa karena kurangnya upaya yang dilakukan RusAF dalam memenuhi syarat yang sudah ditetapkan sejak Maret,” kata Presiden World Athletics, Sebastian Coe, Kamis (2/7/2020).

Selain mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), beberapa atlet Rusia seperti, Maria Lasitskene, Sergey Shubenkov dan Anzhelika Sidorova, telah menemui Presiden Vladimir Putin, untuk membahas situasi sulit yang mereka hadapi.

Mereka juga memintanya untuk segera bertindak, sehingga mereka bisa tampil di Olimpiade Tokyo tahun depan. RUSAF telah dihentikan sementara oleh Wolrd Athletics sejak 2015, karena terbukti telah melakukan praktik doping yang tersebar luas dan didukung pemerintah. (Ant)

Lihat juga...