Saluran Irigasi di Garut Dijadikan Destinasi Wisata

Sejumlah anak bermain di kawasan wisata air Irigasi Talangseng, Kabupaten Garut, Jawa Barat – foto Ant

GARUT – Pemkab Garut, Jawa Barat, memanfaatkan aset berupa saluran irigasi, menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Hal itu untuk menumbuhkan perekonomian baru bagi masyarakat di sekitar lokasi wisata.

“Mungkin ini pertama kalinya di Jawa Barat, Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) menginisiasi suatu destinasi wisata dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Luna Avriantini, Minggu (5/7/2020).

Saluran Irigasi Talangseng merupakan salah satu dari 38 irigasi yang ada di Kabupaten Garut. Saluran tersebut dinilai memiliki potensi menjadi destinasi wisata air, karena memiliki pemandangan alam yang indah disekitarnya. Irigasi lain di Garut memiliki potensi sama, dan diyakini bisa dijadikan destinasi wisata alam baru. Namun, tetap mengedepankan fungsi utama untuk mengairi areal pertanian di Garut. “Tentunya hal ini juga untuk mendukung sektor pertanian dan pariwisata yang merupakan bisnis inti dari Kabupaten Garut,” katanya.

Pengembangan wisata irigasi di Garut tentunya tidak hanya dilakukan oleh Dinas PUPR. Kegiatannya melibatkan institusi lain seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Peternakan, maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Seperti yang dilakukan di saluran irigasi Talangseng. Program itu tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). “Konsep pemberdayaan tersebut maka akan ada penggunaan anggaran pemeliharaan yang lebih efisien,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, mendukung upaya pengembangan saluran irigasi menjadi destinasi wisata baru, yang menarik dikunjungi di kawasan Talangseng.

Disbudpar Garut diklaimnya, selama ini sudah berupaya untuk mendorong semua desa, agar mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Khususnya tentang wisata, apapun yang memiliki nilai jual untuk dikunjungi wisatawan, diharapkan bisa dikembangkan. “Kami terus dorong agar masyarakat maupun pegiat wisata di desa agar bisa mengembangkan potensi daerahnya menjadi suatu yang menarik,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...