Satgas Covid-19 Sikka Bubarkan Pesta Pernikahan

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terpaksa membubarkan pesta pernikahan yang digelar tanpa izin.

“Tadi kami membubarkan sebuah pesta pernikahan di Kampung Beru Kelurahan Beru di Kota Maumere. Resepsi pernikahannya di sebuah rumah warga yang tempatnya tidak mampu menampung banyak orang,” kata Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang da Cunha, Sabtu (11/7/2020).

Buang mengatakan, dalam pembubaran resepsi pernikanan ini tim gugus tugas yang terlibat terdiri dari aparat Polres Sikka, Kodim 1603 Sikka, Dinas Kesehatan dan Satpol PP Sikka.

Resepsi pernikahan ini, kata dia, selain tidak mengantongi izin dari gugus tugas juga tidak mematuhi protokol kesehatan. Undangan 200 orang, tapi tempat resepsi hanya mampu memuat paling banyak 50 orang.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sikka, NTT, Adeodatus Buang da Cunha, Sabtu (11/7/2020). -Foto: Ebed de Rosary

“Kami menyaksikan tenda resepsi dipadati tamu undangan yang hadir, sebagian besar tidak mengenakan masker. Mereka berpikir kami juga tamu undangan dan mau berjabat tangan,” jelasnya.

Buang menyampaikan, pihaknya setelah memasuki lokasi resepsi pernikahan langsung memberitahukan kepada pengantin dan anggota keluarganya, bahwa resepsi pernikahan ditutup jam 12 WITA.

Resepsi pernikahan, tegasnya, tidak dilarang. Tetapi harus mematuhi aturan dan wajib mengantongi izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, serta sesuai protokol kesehatan.

“Kami tidak melarang orang menggelar pesta pernikahan, tetapi tentunya harus mendapatkan izin dari gugus tugas terlebih dahulu. Selain itu, mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Sejak pemberlakuan new normal tanggal 15 Juni 2020, jelas Buang, sudah ada 5 pesta pernikahan yang digelar di Kota Maumere Kabupaten Sikka. Pihaknya pun telah membubarkan resepsi pernikahan, karena melanggar aturan yang ditetapkan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menjelaskan pihak yang ingin menyelenggaran pernikahan dan respesi pernikahan wajib mengantongi izin dari gugus tugas.

Pemberian izin akan diberikan setelah tim mengecek lokasi pernikahan, resepsi dan jumlah undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut, serta wajib menyediakan sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan.

“Tempat acara pernikahan dan resepsi wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh, peserta yang hadir juga terbatas, tempat duduk diatur dengan jarak 1,5 sampai 2 meter. Selain itu, wajib menyediakan alat cuci tangan dan menyediakan masker, sehingga undangan yang tidak memakainya akan diberikan,” ujarnya.

Semua peserta yang hadir di kegiatan tersebut, wajib mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Gugus tugas juga akan memantau situasi di lapangan.

“Bila pesta pernikahan dan resepsi yang digelar melanggar protokol kesehatan, akan dibubarkan setelah ada pemberitahuan kepada yang menggelar kegiatan,” ungkapnya.

Lihat juga...