Sejumlah Kepala Sekolah di Sikka Dirotasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 tahun 2018, disebutkan bahwa untuk menjadi kepala sekolah maka seorang guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun bukan ASN harus memenuhi berbagai persyaratan.

Calon kepala sekolah syaratnya harus lulusan sarjana, memiliki sertifikat guru pendidik, berusia maksimal 56 tahun, memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS), pangkat minimal 3C, mengikuti tes calon kepala sekolah dan bila lulus Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) akan mendapatkan NUKS.

“Hari ini kita melakukan serah terima terhadap 77 kepala sekolah di Kabupaten Sikka dari jenjang TK sampai SMP,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, NTT,  Mayella da Cunha, Kamis (16/7/2020).

Menurut Yell sapaannya, dari 77 yang telah dilantik Bupati Sikka tanggal 3 Juli 2020 lalu tersebut, sebanyak 55 orang baru lulus Diklat Kepala Sekolah dan 22 lainnya telah menjabat sebagai kepala sekolah hanya dirotasi ke sekolah lainnya.

Para kepala sekolah harus memiliki sertifikat kepala sekolah dan dinyatakan lulus Diklat yang dilaksanakan selama 3 bulan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Diklat bagi 55 kepala sekolah ini dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepala Sekolah (LPPKS) Solo di Kota Maumere selama 3 bulan. Lembaga ini ditunjuk oleh Kemendikbud untuk memberikan pendidikan dan pelatihan,” terangnya.

Yell berharap para kepala sekolah dapat menjalankan tugas sebagai kepala sekolah dengan baik. Ia juga berharap kepala sekolah menjalankan fungsi manajerial dan pengelolaan baik dari sisi kurikulum, administrasi maupun pelaksanaan anggaran di masing-masing sekolah.

“Saya berharap selama masa pandemi Covid-19 kegiatan belajar mengajar dari rumah tetap dilaksanakan dengan baik. Dengan begitu para murid akan tetap bisa bersekolah meskipun dari rumah,” pesannya.

Sementara itu, kepala sekolah SD Inpres Maumere, Maria Kristina Teke, yang baru dilantik menjadi kepala sekolah SDN Bertingkat Maumere mengaku, sebelumnya menjadi guru di SDK Bhaktyarsa Maumere yang merupakan sekolah swasta.

Maria mengaku telah mengikuti Diklat kepala sekolah angkatan pertama di Kabupaten Sikka dan dinyatakan lulus. Dirinya senang bisa dilantik menjadi kepala sekolah di tempat tugas yang baru.

“Saya akan membangun kerjasama bersama para guru dan orang tua murid di sekolah yang baru agar ke depannya bisa menjadi lebih baik. Apalagi di era new normal ini pembelajaran bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Maria mengaku akan beradaptasi terlebih dahulu di sekolah yang baru. Namun dirinya mengaku telah dibekali dengan ilmu dan keterampilan untuk menjadi kepala sekolah saat mengikuti Diklat kepala sekolah.

Lihat juga...